Wednesday, August 3, 2016

Recipe : Picnic Roll

*bersih-bersih blog*

Sudah lama banget gak ngeblog, hahaha. Karena satu dan lain alasan jadi beberapa bulan belakangan emang lagi susah banget untuk meluangkan waktu dan merangkai kata di blog ini. Alhamdulillah sepertinya mulai saat ini bisa konsisten lagi.

Sebagai pembuka, gw mau share resep picnic roll yang kemaren baru dieksekusi.
Kemarin gw mau ke taman safari dan berniat emang ala-ala piknik. Jadi lah berencana bikin picnic roll biar makin menjiwai hahaha.

Ternyata malah dimakan pas sarapan aja soalnya ke taman safari bawa bayi itu tak semudah piknik biasa, guys. No prob, picnic roll tetep cocok buat dimakan saat sarapan.

Ini dia resepnya~

Bahan adonan :
200 gr daging ayam giling
200 gr daging sapi giling
1 butir telur
1 buah roti tawar kupas, rendam dalam susu
1 buah daun bawang, cincang halus
1 buah bawang bombai ukuran sedang, cincang halus
5 siung bawang putih, cincang halus
1 buah cabai merah besar, buang biji dan cincang halus
1 buah cabai hijau besar, buang biji dan cincang halus
1 sdm kecap inggris
1 sdm saus tiram
1.5 sdm gula pasir
1 sdt karagenan bubuk
1 sdt merica hitam tumbuk
2 sdt garam
1 sdt pala bubuk
1 sdt kaldu bubuk

Tambahan :
3 buah telur ayam kampung, rebus dan potong 2 bagian memanjang
100 gr cheddar parut
2 lembar puff pastry
1 buah telur untuk olesan
Oregano

Cara membuat :
1. Siapkan mangkuk besar, masukan semua bahan adonan, campur hingga rata.
2. Siapkan puff pastry yg sudah lembik pada suhu ruang di loyang.
3. Susun setengah adonan memanjang pada tengah pastry. Sisakan 1cm pinggiran pastry.
4. Susun telur rebus di tengah dengan keju dipinggiran.
5. Olesi pinggiran pastry dengan telur, rekatkan pastry hingga rapat.
6. Kerat diagonal bagian atas pastry agar uap keluar.
7. Olesi pastry dengan telur dan taburi dengan oregano bubuk.
8. Panggang dalam suhu 180 derajat C selama 35 menit - 40 menit.

Resep aslinya gw dapet dari sini. Tapi gw ubah-ubah sesuai selera. Selamat mencoba~♡

Thursday, June 2, 2016

It's Amazing to Have You, Baby (Part 2)

It always amazing to capturing my baby's milestones. Bayi mungil yang tadinya gak berdaya dan menangis melulu itu sekarang sudah lebih dari 16 bulan. Sekarang ia bisa berkomunikasi baik dengan isyarat maupun dengan verbal yang jelas.

Ia dapat dengan lantang memanggil ayahnya dan heboh menyebut nama ayahnya setiap ada benda yang menurutnya milik ayah. Ia bisa mengungkapkan apa yang ia mau, walau terkadang menangis frustasi karena kemampuan untuk mengenali emosi maupun kosakatanya masih terbatas.

Lucu rasanya melihatnya duduk anteng dan meminum susu uht langsung dari kotaknya. Apalagi ketika ia sedang bermain dan tiba-tiba berlari terburu-buru mencari Bunda untuk bilang, "pipis, pipis" tapi ketika didekati dia akan bilang, "udah pipis" alias dia keburu ngompol. Hahahahaha.

Di lain kesempatan Bunda dan Ayah lagi awkward berantem dan Mas U merajuk minta ikut Ayah ke pabrik. Pokoknya segala jurus dikerahkan untuk ikut dan akhirnya Bunda harus ikut juga karena Ayah gak mungkin bisa kerja kalo Mas U ikut. Pada akhirnya Mas U ketiduran di perjalanan ke pabrik dan baru bangun ketika kami perjalanan pulang, alhamdulillah Ayah Bunda udah gak berantem lagi hehehehe.

Gw gak pernah mengukur perkembangan Mas U secara detail. Hanya pokok-pokok milestones saja sudah tercapai atau belum. But i'm sure he's my genius baby *pede selangit deh Bunda*

Anyway, ternyata benar anak itu adalah anugrah dan cobaan. Anugrah jika kita mensyukurinya sekaligus cobaan karena apa yang kita tanamkan padanya akan membentuk dan mengantarnya dalam berpuluh tahun ke depan.

Semoga Ayah dan Bunda bisa mengantarkan Mas U menjadi anak sholeh yg berguna untuk agama ya, nak.
Aamiin.

Thursday, May 26, 2016

Sensory Play : Colorfull Bubble Bath

Long time no sensory play!

Akhirnya kita mulai lagi seri sensory play untuk Mas U. Kali ini gw mencoba busa warna warni yang sepertinya menarik. Cara buatnya gampaaaang banget. Ini dia :

1. Sabun bayi cair
2. Pewarna makanan
3. Air
4. Blender
5. Wadah

Caranya cukup blender air sabun yang sudah diberi pewarna, lalu simpan di wadah besar.
Permainan ini bisa ditambah dengan mainan lain maupun dimainkan begitu saja.

Sayangnya begitu persiapan selesai Mas U justru gak mau main karena jijik .... krik krik krik ...

Yowis yang sibuk main ya Ayah Bundanya hahahaha.

Permainannya asik loh padahal. Tapi entah kenapa Mas U malah jijik dan gak mau megang. Kayaknya gw bakal nyoba bikin ini lagi kedepannya. Sampeeeeek Mas U mau main hihihihii.

Wednesday, May 18, 2016

S2 kok SAHM?

Siang tadi gw secara random ikut pengajiannya Mama. Sambil gendong Mas U, gw salam-salaman sama temen-temen mama.

Dan keluarlah komentar itu ...

"eh, kiky apa kabar? Ya ampun udah gendong anak aja sekarang yaa. Bukannya dulu S2 ya? Kok sekarang ngurusin anak aja sih. Kan sayaaaang.."

Aduh, tante kemana ajaaaa. Hari gini jadi ibu itu gak cukup S2 aja loh, tante. Tadinya sih mau jawab gitu, tapi bisa-bisa gw digaplok sama Mama. Hehehe.

Emang ada apa kalo gw milih jadi SAHM?
Padahal kan asik ngurus anak sendiri (bohooong). Padahal kan asik berkreasi di rumah sendiri (bohoooong). Padahal kan ... lah, gw juga manusia kok. Kadang bosen kadang semangat. Yang penting niat gw jadi SAHM punya tujuan mulia. Alhamdulillah ortu dan suami ridho dengan keputusan gw. Terus kok jadi tante yang ribut?

Anyway, hari ini adalah second wedding anniversary, daaaaan Bigboss lagi business trip ke pedalaman Lampung heheheh. Yowish lah, mari kita berdoa bersama Little Boss saja sementara Bigboss pergi mencari sekarung berlian.

Tuesday, May 10, 2016

GTM Attack

Emang hidup itu kadang di bawah dan kadang di atas ya. Ini yang sedang gw alami dalam membesarkan Mas U.

Mas U tergolong anak yang makannya banyak. Sedari MPASI awal dulu, Mas U sukses bikin Bunda bangga. Berat badannya naik perlahan tapi pasti. Semua makanan Mas U mau mencoba, bahkan makanan-makanan yang Bunda aja gak pernah makan pun Mas U mau. Semua masakan Bunda Mas U gak pernah menolak.

Tapi semuanya berubah, sejak beberapa bulan yang lalu. Ketika mulai tumbuh gigi 4 sekaligus, perlahan nafsu makan Mas U berkurang. Ekstremnya, ada saat-saat gw harus menyuapi dia dengan paksa. Satu hari 3 sendok makan bisa dia telan aja sudah alhamdulillah.

Dan masa-masa sakit terus menerus pun datang. Mulai dari HFMD, rotavirus, indikasi ISK, bahkan commond cold yang silih berganti membuat badannya benar-benar terlihat kurus. Mas U jadi sering aleman sama Bunda. Karena badan yang sering gak enak, tidak ada lagi kegiatan montessory yang bisa dilakukan. Gw hanya fokus bagaimana membuat Mas U makan dan tenang tanpa merengek meminta nenen.

Hal ini berlanjut hingga beberapa bulan, rasanya gemes sekali. Kemana nafsu makan yang kemarin melimpah. Apalagi Mas U ini termasuk yang waktu tidurnya kurang, untuk usia 16 bulan Mas U setara dengan anak 5 tahun. Sedihnya.

Sudah kurang waktu tidur, kurang juga makannya. Tak jarang Mas U memilih untuk goler-goler di kasur aja sama Bunda. Tenaganya yang biasanya banyak itu seperti menguap entah kemana.

Gw sangat berharap Mas U bisa segera mau makan banyak lagi. Tidur pun juga banyak. Jadi daya tahan tubuhnya bisa segera meningkat. Say good bye sama penyakit, yuk Mas U..

Saturday, May 7, 2016

Khitan Bayi : Bunda atau Mas U yang degdegkan?

Mas U udah sunaaaat~
Gw selalu degdegkan kalo diingetin harus meng-khitan anak cowok. Duh, ntar nangis gak ya? Ntar anaknya rewel gak ya? Ntar sakit gak ya? Ntar gw tega gak ya? Dan sebagainya..

Gw emang rencana mau mengkhitan Mas U sejak~ mas U 3 bulan (dan sekarang 16 bulan!). Katanya mengkhitan itu enaknya pas masih bayi, anaknya masih pasrah "cuma" nangis doang terus "tinggal" sumpel nenen (teorinya gitu). Tapi tetep aja yang grogi maju mundur syantik ya Bundanya. Akhirnya malah ketunda terus deeeeh.

Mas U akhirnya disunat setelah terindikasi ISK. Allahamdulillah gak ISK setelah second opinion dan tes urin berkali-kali. Ini jadi bikin gw semakin mantap buat khitan-in Mas U secepetnya.

(Lagi-lagi) sempat galau karena mas U yang lagi GTM jadinya sakit melulu. Apakah pertanda bahwa ini belum waktunya khitan?
Tapi akhirnya gw memantapkan hati buat khitan aja, soalnya abis itu gw akan galau mau vaksin MMR (galau tiada akhir deh).

Mas U akan khitan bareng sepupunya yang udah 5 tahun. Rencananya, sepupunya akan maju duluan baru Mas U. Tadinya gw mau panggil dokter langganan ke rumah, sayangnya si dokter harus operasi jadi berhalangan. Rumah Sunatan terpilih deh jadi tempat eksekusi. Gw daftar senin pagi untuk khitan Rabu. Dijanjiinnya sih bakal dihubungi jam tindakan senin sore tapi sampai selasa sore ternyata belum ditelpon juga. Rasanya gw yang degdegkan deh ini, anaknya mah santai gak ngerti mau diapain. Apalagi setelah tahu jam tindakan, makin bikin galau hahaha.

Rabu jam 9 pagi gw beserta rombongan udah duduk manis di Rumah Sunatan Jati Asih. Tindakan baru dilakukan jam 10-an (sepupu Mas U duluan), sedangkan Mas U setengah jam setelahnya.

Gw pake smart klamp. Penisnya di kasih tabung gitu, nanti 5 hari kemudian di buka tabungnya.

Kelebihannya :
1. Gak berdarah
2. Anak bisa langsung pake celana dan beraktifitas (kalo seumuran uwais bisa langsung pake pospak)
3. Penyembuhan cepet
4. Proses sunat 7-10menit (tergantung kompromi anak), proses cabut tabung 1-3menit (tergantung kompromi anak)

Kalo di brosur, 8 jam pertama boleh beraktifitas tapi gak berat. Abis itu bebas aktifitas asal jangan terlalu nekan penis. Besoknya udah boleh sekolah, renang, liburan.

Faktanya :
Uwais disunat jam 11 siang, sore udah bisa manjat sana sini. 2 hari pertama nangis pas pipis, abis itu lancarrrr. 

Yg perlu diperhatiin untuk sunat seusia uwais itu justru orang yg nemenin keseharian, soalnya tiap pipis harus dibersihin pake air steril dan dikeringin bener2 bagian tabung (nanti diajarin).

Harga 1.4jt + kit pasca sunat + foto. Full package jadi 1.85jt untuk di Rumah Sunatan. Disini juga disediakan Sunat Gemuk, Sunat Dewasa, maupun sunat Premium (smart klamp).

Jadi gimana setelah prosesi sunatan ini selesai?
Rasanya horeee~ satu bisul Bunda ber-anak laki-laki pecah sudah.
Mari ibu-ibu yang anaknya cowok segera berkhitan yaaa.

Thursday, April 28, 2016

Mom Tips : Mengurus Paspor Bersama Bayi

Paspor gw udah kadaluarsa dari tahun kemarin! Sedih deeeeh. Niatnya pengen bikin bareng sama Mas U, ternyata mengurus birokrasi Kartu Keluarga sampai lengkap gak semudah itu, hiks.

Setelah Kartu Keluarga gw lengkap, gw langsung capcus urus paspor. Gw memilih untuk e-passport, walaupun harganya 2x lipat tapi secara tampilan dan benefit kayaknya lebih oke. Misalnya e-passport ini bisa free Visa Jepang. Siapa tau kan nanti tiba-tiba diajak melihat sakura lagi, hehehehe.

Awalnya gw agak degdegkan untuk urus paspor ini. Soalnya dari dulu gw gak pernah mengurus birokrasi dengan calo. Nah, mengurus paspor termasuk momok yang berat soalnya dulu harus antri dari subuh demi dapet antrian yang gak terlalu panjang.

Tapiiii dari hasil gw tanya-tanya ke temen dan bokap, ternyata sekarang sistemnya sudah jauh lebih baik. Ada yang namanya jalur online maupun walk-in. Kalau online, kita tinggal upload berkas, kemudian pilih waktu wawancara. Sedangkan untuk walk-in, bawa semua berkas di hari-h dan langsung di proses. Walk-in sendiri ada kuotanya, loh. Hanya 100 kursi ditambah 30 kursi untuk prioritas (balita, ibu hamil, lansia, dan difable). Antrian di kantor imigrasi jakarta bisa dipantau disini.

E-passport hanya bisa dibuat di Jakarta, Surabaya, dan Batam. Dan hanya bisa dilayani via walk-in saja. Jadi gw memilih kantor Imigrasi Jakarta Selatan yang ternyata terkenal sebagai kantor imigrasi paling sibuk.

Alhamdulillah bawa balita jadi bisa ambil kuota prioritas, fufufu.

Ini syarat apa aja yg harus dibawa untuk membuat paspor walk-in ya :

Anak
1. Fc akta lahir
2. Fc KTP Ayah dan Bunda
3. Fc Kartu Keluarga
4. Fc buku nikah Ayah dan Bunda
5. Fc paspor ayah dan bunda
6. Surat pernyataan di atas yang di tanda tangani di atas materai yang isinya menyatakan bahwa anak tersebut benar anak kita dan kita mengizinkan untuk mempunyai paspor sendiri. Hal-hal lainnya yang berkaitan dengan penggunaan paspor adalah tanggung jawab orang tua.

Ibu
1. Fc akta lahir/ijazah/buku nikah
2. Fc Kartu Keluarga
3. Fc KTP
4. Fc paspor lama

Oya, semua dokumen fotokopi harus dalam lembar A4. Jadi setiap fotokopi KTP, paspor lama, buku nikah dan sebagainya, tidak perlu di potong. Biarkan saja pada lembar A4 agar tidak perlu mengulang fotokopi saat di depan petugas nanti.
Untuk info lebih detail bisa dilihat di website imigrasi disini.

Beberapa tips yang harus diperhatikan :
1. Biasanya kantor imigrasi akan buka jam 07.30, tapi untuk walk-in gw sarankan datang lebih awal. Terutama yang datang ke kantor imigrasi favorit semacam Kantor Imigrasi Jaksel. Jika membawa kendaraan pribadi, pastikan sudah mencari area parkir yang tepat karena di kantor imigrasi pasti akan sulit parkir.
2. Siapkan berkas asli dan fc dalam satu amplop yang rapi agar memudahkan. Jangan lupa bawa pulpen untuk mengisi form data diri nanti.
3. Gunakan pakainan rapi dan berkerah. Pilih pakaian yang nyaman dan disarankan tidak menggunakan soft lense warna berbeda dengan warna asli mata.
4. Gunakan pakaian dan dandanan yang nyaman jika memang harus menunggu lama. Kadang kita tidak diberi kesempatan untuk merapikan penampilan sebelum foto.
5. Boleh tersenyum tapi bukan menyengir saat difoto. Pastikan petugas sudah memberi aba-aba ya.
6. Petugas akan menanyakan beberapa pertanyaan dasar seperti keperluan ebuat paspor dan tujuan penerbangan.
7. Untuk walk-in, pembayaran melalui ATM maupun teller bank, jadi tidak perlu repot membawa uang cash.
8. Paspor biasanya akan selesai 3 hari setelah dibayarkan, atau 5 hari untuk e-passport. Jangan lupa ambil paspor dengan membawa lembaran yang diberikan petugas sebelumnya beserta bukti pembayarannya. Pada proses ini bisa diwakilkan, loh. Pengambilan bisa dilakukan dimulai dari jam 10 pagi, dimana antrian paspor akan ditutup.
9. Bagi yang membawa balita, siapkan baju ganti karena balita biasanya ikut bermain di arena bermain. Siapkan mainan dan cemilan favorit agar balita tidak cranky.
10. Gw sih gak terlalu berharap foto paspor Mas U akan bagus, bisa kefoto dan gak burem aja sudah bagus, Hahahahaa.
11. Bila mendaftar bersama balita (atau bahkan bayi), usahakan pergi bertiga jadi ada yang bantu menjaga bayi selama kita mengurus printilan birokrasi ini.

Gitu deh pengalaman mengurus paspor kemarin. Memang paspornya belum jadi karena terpotong long-long-long weekend. Semoga aja pengambilannya lancar jaya. Aamiinnnnnnnn.