Monday, December 14, 2015

Harta Berharga

Hello, there. Setelah beberapa bulan gak nulis, rasanya ada yg hampa. *yuuuuk~*

Banyak yg terjadi di beberapa bulan ini. Sampai-sampai bingung apa yg mau diceritain duluan. Tapi, ada satu peristiwa yg benar-benar membekas dihati gw.

Seperti halnya post socmed akhir-akhir ini di usia matang kayak gw, kalo gak tentang pernikahan ya tentang baby.

Salah satu teman gw, sebut saja Bunga, dia telah menjadi salah satu wanita beruntung karena dikaruniakan hamil sesaat setelah menikah. Gw gak terlalu dekat dengan Bunga, tetapi Bunga dan suaminya ini pasangan cantik dan ganteng menurut gw, gw udah membayangkan anak mereka yg lucu-lucu.

Long story short, gw memang gak pernah melihat Bunga meng-update cerita kehamilannya di socmed. Sampai suatu ketika gw dengar Bunga sudah hamil 37weeks. Wow, alhamdulillah. Ini adalah saat-saat yg ditunggu oleh bumil sedunia dimana si bayi yg di dalam perut akan segera lahir. Kalo istilahnya mbak KD, tinggal menghitung hari.

Namun ternyata, Allah lebih sayang pada bayi cantik tersebut. Allah memanggil si bayi mungil yg telah siap disambut oleh orang tuanya, ketika ia telah siap untuk lahir.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Apa yg dirasakan Bunga?
Apa yg dirasakan suami Bunga?
Bagaimana mereka bisa menghadapi tumpukan baju mungil dan cantik yg telah tersusun rapi?
Bagaimana mereka bisa sanggup menatap aneka peralatan bayi yg siap digunakan?
Bagaimana Bunga dapat tegar ketika dokter memvonis tak ada lagi detak jantung bayinya dalam sekejap?

Subhanallah.
Sesungguhnya manusia hanya dapat berusaha.
Sesungguhnya Allah lah Sang Pemilik Jiwa.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

Mendengar berita ini saja gw menangis. Tak terbayangkan. 9 bulan menanti dalam harap-harap cemas, ternyata manusia tak ada daya sama sekali.

Lalu gw hanya bisa menatap Uwais. Keajaiban bagi gw, rejeki tak terkira yg harus gw syukuri.

Semoga Bunga dan suami segera pulih. Semoga Bunga bisa segera mendapatkan rejeki lainnya. Semoga kita semua selalu diberikan nikmat untuk bersyukur. Aamiin.

Tuesday, October 20, 2015

Breastfeeding New Chapter

Dalam bahasa gaul per-ASI-an, insyaAllah Uwais segera lulus S2 *throwing confetti*

11 bulan 1 minggu lebih sedikit. Terkadang pengen banget bilang "wah, gak kerasa yaaa". Tapi kalo diinget-inget ya kerasa juga sih capeknya, ngantuknya, moodynya, hehehe. Kalo ada yg bilang "cepet gede yaa, gak kerasa deh". Rasanya pengen gw kasih titip Uwais untuk 5 jam aja deh.

Beneran deh, punya anak yg heboh dan rasa ingin tahunya gede itu bikin letoi. Gw sampe ngerasa jompo banget ngurusin anak satu *tapi masih pengen punya anak lagi sih*.
Padahal Uwais belom bisa jalan loh.
Padahal Uwais belom bisa ngomong loh.
Padahal Uwais masih tergolong nurut loh.
Padahal Bunda sayang Uwais banget loh.

Jadi, setahunan Mas U mau ngapain?

Saturday, September 5, 2015

Adik Untuk Mas U

Udah mikirin adik untuk Mas U ajuaaah??
Nyemnyem.
Si Bebe nan mungil ternyata sudah hampir 8 bulan, giginya udah 2 walaupun belum tumbuh maksimal satu mahkota. Kaki-kaki kecilnya sudah berjejak tegak di lantai, mulai merayap di pinggiran sofa.

Nah, apakah ini saat yg tepat?

Setelah punya anak, gw berpikir kalo gw mau selesai melahirkan sebelum gw berumur 30 tahun. Yang artinya waktu gw tinggal ... sekian tahun, fufufu mau tau aja :D
Terlepas dari gw diberikan rizki anak kembar (karena gw ada gen kembar), gw berencana demikian. Mengapa dibawah 30 tahun?

Mengurus bayi itu capek, loh. Serius deh. Di usia gw yg sebenarnya masih muda ini aja gw kewalahan mengurus keperluan Mas U dan Hubby, tanpa dibantu ART. Sedari lahir Mas U semuanya gw yg urus, dari mandi, ganti popok, main, mencuci pakaian, makan, memasak, semuanya. Tentu saja gw juga minta bantuan Hubby untuk memandikan dan bermain, ini penting untuk ikatan Ayah-anak. Nah, gw ingin semua anak gw nantinya punya kesempatan yg sama, yaitu gw urusin semuanya. Jadi gw membutuhkan tenaga yg lebih untuk itu.

Walaupun, rencana ini tentu saja berbenturan dengan rencana kami yg lain. Tentu saja gw sendiri pun punya segudang keinginan untuk direalisasikan. Mumpung masih muda, mumpung masih ada waktu, dan mumpung-mumpung lainnya.

Gw hanya berharap agar diberikan terbaik, karena gw yakin Allah punya rencana hebat untuk gw dan suami. Namanya manusia, hanya bisa berencana kan?

Satu hal yg gw harus yakini, dikasih anak (lagi) sekarang atau nanti (setelah rencana lain terwujud), gw harus siap mental. Karena menurut Nyokap gw, beda rasanya antara punya anak dengan siap mental dan tidak. Dan catatan tambahan dari Nyokap, siapkan hati juga untuk punya anak kembar.
Hmm, kayaknya seru punya anak kembar ya. Hihi.
*colek Hubby*

Sunday, August 23, 2015

17 Agustusan a la Mas U

Baru 7 bulan udah ikut sepeda hias, ini maminya yg pengen apa maminya yg pengen? Hahahaha.

Long story short, i was inspired by Dad who decorate my bike for Parade. He always put his best effort to did it, and i was a proud kid strolling around with my bike. So, i'll do the same for my children. I'll create a story for them and make their own awesome childhood, insyaAllah.

My baby's debuted was good enough. I only have several hours to make a space ship from limited cartons. No time for helmet (i was obsessed with his astronaut helmet at first, but anyway ... ). Besides, i bought him a astronaut jumper. The astronaut things were originally a hope. I expect him to become someone who will inspire and valuable to others, not only an astronaut but also anythings else.

Then ..

Mas U sudah bisa didudukin dengan tegak maupun duduk sendiri dari berbagai pose. Selain itu udah mulai tumbuh gigi, bertepatan dengan batuk pilek heboh yg bikin suara habis dan nafsu makan menurun, hiks.

Cepet sembuh, ya Mas U.
Biar cepet endut lagi :)

Friday, July 24, 2015

Eat, Eat, Eat!

Alhamdulillah di minggu keenam Uwais mulai MPASI ini bisa dibilang lancar. Segala yg gw bikin, Uwais menerima dengan lahap, walaupun bentukan bubur saringnya, yaaaa gitu deh. Wkwkwk

Tapi gw berusaha selalu memberikan yg terbaik. Gw ingin Uwais nanti gak picky eater. Segala makanan (yg halal dan toyiib) dia harusnya mau. Bahkan, dalam mpasinya, ada beberapa bahan yg gw sendiri baru mencoba pas masak untuk Mas U. Misalnya kayak bit merah, butternut squash dan kabocha.

Pilihan menu yg gw bikin juga sebisa mungkin lebih variatif. Walaupun capek dan pegel nyiapin menu empat bintang tapi seneng kalo Uwais mau makan dengan lahap.

Sampai hari ini, begini jadwal makan Uwais :

1. Sekitar jam 6.30 dan jam 3.30 sore makan bubur yg terdiri dari karbo (beras, kentang, ubi, havermut), protein nabati (tahu, tempe, edamame, polong, kacang merah, buncis), protein hewani (daging sapi, ayam, hati), sayur (wortel, jagung, bit, kabocha, brokoli, kale, bayam).
2. Sekitar jam 10 dan jam 1 siang akan makan cemilan berupa biskuit (diusahakan kalo pergi aja) dan buah (butternut squash, semangka, mangga, naga merah, naga putih, pisang, pear pacham, pear xianglie, apel)

Hari ini Mas U abis imunisasi dan timbang lagi. Yaaaah, walaupun BBnya tetep aja dijalur miris, alhamdulillah udah cukup untuk seusianya. Kayaknya sih gw harus bilang goodbye buat punya baby montok hahaha. Secara Mas U makannya udah banyak aja ya ngepas-ngepas juga.

Mulai besok gw akan coba ngasih 3x makan besar + 2x cemilan.
Semoga Bunda semakin semangat masaknya. Semakin variatif biar Mas U makannya juga lahap-hap-hap.

Whatch out Kid, Master Crawler is Coming Through

Di usianya yg genap 6 bulan 2 minggu, alhamdulillah Uwais udah mulai merangkak kesana dan kesini.

Sekitar seminggu yg lalu, Uwais mulai ngesot-ngesot beberapa langkah. Dalam kurun waktu seminggu Uwais udah lebih lancar ngerangkaknya (atau masih dibilang ngesot?)

Kalo dilihat dari berbagai sumber, ada 6 jenis merangkak :
1. The Belly Crawl
2. The Crab Crawl
3. The Roll Crawl
4. The Leapfrog Crawl
5. The Bear Crawl
6. The Classic Crawl

Kalo menurut gw sih Uwais tipe yg antara Belly Crawl atau Crab Crawl. Hihi.

Anyway, semoga Uwais makin pinter merangkaknya. Dan semakin tegak duduknya.

Deep down there, i little bit rilex about him. My baby grows better than i expected. And yes, i'm a proud mom.

Wednesday, July 1, 2015

Hadiah

Semalam Mama cerita kalo Nenek lagi sedih karena mukena yg gw kasih ketinggalan di Bogor (tempatnya Bulek), sedangkan Nenek lagi nginep di Bekasi (tempat Bulek lainnya).

Padahal menurut gw mukena yg gw kasih tahun lalu itu biasa aja. Memang niat beli untuk Nenek, tapi tanpa maksud apa-apa. Ternyata bagi beliau, itu adalah pemberian yg luar biasa. Kemana-mana dibawa.

Terharu.

Bagi gw, hadiah itu sangat spesial. Terlepas dari harganya, momen memberikan hadiah (atau oleh-oleh) adalah sebuah tanda paling sederhana bahwa orang tersebut memikirkan kita.

Gw sangat suka memberikan hadiah. Gw akan memikirkan apa yg orang tersebut sukai, gw pikirkan baik-baik.

Dan gw pun suka diberikan hadiah, gw jadi merasa lebih istimewa dan merasa lebih dihargai.

Apalagi kalo abis ngasih ke orang dan hadiah tersebut dirawat dengan baik. Bahagia sekali. :)

Sayangnya semakin kesini gw semakin jarang menemukan tradisi memberikn hadiah ini.

Padahal Rasulullah pun mengajarkan untuk saling memberikan hadiah, loh.

Sekali lagi ini bukan sekedar materi, tapi waktu yg dicurahkan untuk memikirkan hadiah apa yg akan diberikan itu lebih berharga.