Tuesday, May 10, 2016

GTM Attack

Emang hidup itu kadang di bawah dan kadang di atas ya. Ini yang sedang gw alami dalam membesarkan Mas U.

Mas U tergolong anak yang makannya banyak. Sedari MPASI awal dulu, Mas U sukses bikin Bunda bangga. Berat badannya naik perlahan tapi pasti. Semua makanan Mas U mau mencoba, bahkan makanan-makanan yang Bunda aja gak pernah makan pun Mas U mau. Semua masakan Bunda Mas U gak pernah menolak.

Tapi semuanya berubah, sejak beberapa bulan yang lalu. Ketika mulai tumbuh gigi 4 sekaligus, perlahan nafsu makan Mas U berkurang. Ekstremnya, ada saat-saat gw harus menyuapi dia dengan paksa. Satu hari 3 sendok makan bisa dia telan aja sudah alhamdulillah.

Dan masa-masa sakit terus menerus pun datang. Mulai dari HFMD, rotavirus, indikasi ISK, bahkan commond cold yang silih berganti membuat badannya benar-benar terlihat kurus. Mas U jadi sering aleman sama Bunda. Karena badan yang sering gak enak, tidak ada lagi kegiatan montessory yang bisa dilakukan. Gw hanya fokus bagaimana membuat Mas U makan dan tenang tanpa merengek meminta nenen.

Hal ini berlanjut hingga beberapa bulan, rasanya gemes sekali. Kemana nafsu makan yang kemarin melimpah. Apalagi Mas U ini termasuk yang waktu tidurnya kurang, untuk usia 16 bulan Mas U setara dengan anak 5 tahun. Sedihnya.

Sudah kurang waktu tidur, kurang juga makannya. Tak jarang Mas U memilih untuk goler-goler di kasur aja sama Bunda. Tenaganya yang biasanya banyak itu seperti menguap entah kemana.

Gw sangat berharap Mas U bisa segera mau makan banyak lagi. Tidur pun juga banyak. Jadi daya tahan tubuhnya bisa segera meningkat. Say good bye sama penyakit, yuk Mas U..

Saturday, May 7, 2016

Khitan Bayi : Bunda atau Mas U yang degdegkan?

Mas U udah sunaaaat~
Gw selalu degdegkan kalo diingetin harus meng-khitan anak cowok. Duh, ntar nangis gak ya? Ntar anaknya rewel gak ya? Ntar sakit gak ya? Ntar gw tega gak ya? Dan sebagainya..

Gw emang rencana mau mengkhitan Mas U sejak~ mas U 3 bulan (dan sekarang 16 bulan!). Katanya mengkhitan itu enaknya pas masih bayi, anaknya masih pasrah "cuma" nangis doang terus "tinggal" sumpel nenen (teorinya gitu). Tapi tetep aja yang grogi maju mundur syantik ya Bundanya. Akhirnya malah ketunda terus deeeeh.

Mas U akhirnya disunat setelah terindikasi ISK. Allahamdulillah gak ISK setelah second opinion dan tes urin berkali-kali. Ini jadi bikin gw semakin mantap buat khitan-in Mas U secepetnya.

(Lagi-lagi) sempat galau karena mas U yang lagi GTM jadinya sakit melulu. Apakah pertanda bahwa ini belum waktunya khitan?
Tapi akhirnya gw memantapkan hati buat khitan aja, soalnya abis itu gw akan galau mau vaksin MMR (galau tiada akhir deh).

Mas U akan khitan bareng sepupunya yang udah 5 tahun. Rencananya, sepupunya akan maju duluan baru Mas U. Tadinya gw mau panggil dokter langganan ke rumah, sayangnya si dokter harus operasi jadi berhalangan. Rumah Sunatan terpilih deh jadi tempat eksekusi. Gw daftar senin pagi untuk khitan Rabu. Dijanjiinnya sih bakal dihubungi jam tindakan senin sore tapi sampai selasa sore ternyata belum ditelpon juga. Rasanya gw yang degdegkan deh ini, anaknya mah santai gak ngerti mau diapain. Apalagi setelah tahu jam tindakan, makin bikin galau hahaha.

Rabu jam 9 pagi gw beserta rombongan udah duduk manis di Rumah Sunatan Jati Asih. Tindakan baru dilakukan jam 10-an (sepupu Mas U duluan), sedangkan Mas U setengah jam setelahnya.

Gw pake smart klamp. Penisnya di kasih tabung gitu, nanti 5 hari kemudian di buka tabungnya.

Kelebihannya :
1. Gak berdarah
2. Anak bisa langsung pake celana dan beraktifitas (kalo seumuran uwais bisa langsung pake pospak)
3. Penyembuhan cepet
4. Proses sunat 7-10menit (tergantung kompromi anak), proses cabut tabung 1-3menit (tergantung kompromi anak)

Kalo di brosur, 8 jam pertama boleh beraktifitas tapi gak berat. Abis itu bebas aktifitas asal jangan terlalu nekan penis. Besoknya udah boleh sekolah, renang, liburan.

Faktanya :
Uwais disunat jam 11 siang, sore udah bisa manjat sana sini. 2 hari pertama nangis pas pipis, abis itu lancarrrr. 

Yg perlu diperhatiin untuk sunat seusia uwais itu justru orang yg nemenin keseharian, soalnya tiap pipis harus dibersihin pake air steril dan dikeringin bener2 bagian tabung (nanti diajarin).

Harga 1.4jt + kit pasca sunat + foto. Full package jadi 1.85jt untuk di Rumah Sunatan. Disini juga disediakan Sunat Gemuk, Sunat Dewasa, maupun sunat Premium (smart klamp).

Jadi gimana setelah prosesi sunatan ini selesai?
Rasanya horeee~ satu bisul Bunda ber-anak laki-laki pecah sudah.
Mari ibu-ibu yang anaknya cowok segera berkhitan yaaa.

Thursday, April 28, 2016

Mom Tips : Mengurus Paspor Bersama Bayi

Paspor gw udah kadaluarsa dari tahun kemarin! Sedih deeeeh. Niatnya pengen bikin bareng sama Mas U, ternyata mengurus birokrasi Kartu Keluarga sampai lengkap gak semudah itu, hiks.

Setelah Kartu Keluarga gw lengkap, gw langsung capcus urus paspor. Gw memilih untuk e-passport, walaupun harganya 2x lipat tapi secara tampilan dan benefit kayaknya lebih oke. Misalnya e-passport ini bisa free Visa Jepang. Siapa tau kan nanti tiba-tiba diajak melihat sakura lagi, hehehehe.

Awalnya gw agak degdegkan untuk urus paspor ini. Soalnya dari dulu gw gak pernah mengurus birokrasi dengan calo. Nah, mengurus paspor termasuk momok yang berat soalnya dulu harus antri dari subuh demi dapet antrian yang gak terlalu panjang.

Tapiiii dari hasil gw tanya-tanya ke temen dan bokap, ternyata sekarang sistemnya sudah jauh lebih baik. Ada yang namanya jalur online maupun walk-in. Kalau online, kita tinggal upload berkas, kemudian pilih waktu wawancara. Sedangkan untuk walk-in, bawa semua berkas di hari-h dan langsung di proses. Walk-in sendiri ada kuotanya, loh. Hanya 100 kursi ditambah 30 kursi untuk prioritas (balita, ibu hamil, lansia, dan difable). Antrian di kantor imigrasi jakarta bisa dipantau disini.

E-passport hanya bisa dibuat di Jakarta, Surabaya, dan Batam. Dan hanya bisa dilayani via walk-in saja. Jadi gw memilih kantor Imigrasi Jakarta Selatan yang ternyata terkenal sebagai kantor imigrasi paling sibuk.

Alhamdulillah bawa balita jadi bisa ambil kuota prioritas, fufufu.

Ini syarat apa aja yg harus dibawa untuk membuat paspor walk-in ya :

Anak
1. Fc akta lahir
2. Fc KTP Ayah dan Bunda
3. Fc Kartu Keluarga
4. Fc buku nikah Ayah dan Bunda
5. Fc paspor ayah dan bunda
6. Surat pernyataan di atas yang di tanda tangani di atas materai yang isinya menyatakan bahwa anak tersebut benar anak kita dan kita mengizinkan untuk mempunyai paspor sendiri. Hal-hal lainnya yang berkaitan dengan penggunaan paspor adalah tanggung jawab orang tua.

Ibu
1. Fc akta lahir/ijazah/buku nikah
2. Fc Kartu Keluarga
3. Fc KTP
4. Fc paspor lama

Oya, semua dokumen fotokopi harus dalam lembar A4. Jadi setiap fotokopi KTP, paspor lama, buku nikah dan sebagainya, tidak perlu di potong. Biarkan saja pada lembar A4 agar tidak perlu mengulang fotokopi saat di depan petugas nanti.
Untuk info lebih detail bisa dilihat di website imigrasi disini.

Beberapa tips yang harus diperhatikan :
1. Biasanya kantor imigrasi akan buka jam 07.30, tapi untuk walk-in gw sarankan datang lebih awal. Terutama yang datang ke kantor imigrasi favorit semacam Kantor Imigrasi Jaksel. Jika membawa kendaraan pribadi, pastikan sudah mencari area parkir yang tepat karena di kantor imigrasi pasti akan sulit parkir.
2. Siapkan berkas asli dan fc dalam satu amplop yang rapi agar memudahkan. Jangan lupa bawa pulpen untuk mengisi form data diri nanti.
3. Gunakan pakainan rapi dan berkerah. Pilih pakaian yang nyaman dan disarankan tidak menggunakan soft lense warna berbeda dengan warna asli mata.
4. Gunakan pakaian dan dandanan yang nyaman jika memang harus menunggu lama. Kadang kita tidak diberi kesempatan untuk merapikan penampilan sebelum foto.
5. Boleh tersenyum tapi bukan menyengir saat difoto. Pastikan petugas sudah memberi aba-aba ya.
6. Petugas akan menanyakan beberapa pertanyaan dasar seperti keperluan ebuat paspor dan tujuan penerbangan.
7. Untuk walk-in, pembayaran melalui ATM maupun teller bank, jadi tidak perlu repot membawa uang cash.
8. Paspor biasanya akan selesai 3 hari setelah dibayarkan, atau 5 hari untuk e-passport. Jangan lupa ambil paspor dengan membawa lembaran yang diberikan petugas sebelumnya beserta bukti pembayarannya. Pada proses ini bisa diwakilkan, loh. Pengambilan bisa dilakukan dimulai dari jam 10 pagi, dimana antrian paspor akan ditutup.
9. Bagi yang membawa balita, siapkan baju ganti karena balita biasanya ikut bermain di arena bermain. Siapkan mainan dan cemilan favorit agar balita tidak cranky.
10. Gw sih gak terlalu berharap foto paspor Mas U akan bagus, bisa kefoto dan gak burem aja sudah bagus, Hahahahaa.
11. Bila mendaftar bersama balita (atau bahkan bayi), usahakan pergi bertiga jadi ada yang bantu menjaga bayi selama kita mengurus printilan birokrasi ini.

Gitu deh pengalaman mengurus paspor kemarin. Memang paspornya belum jadi karena terpotong long-long-long weekend. Semoga aja pengambilannya lancar jaya. Aamiinnnnnnnn.

Wednesday, April 13, 2016

Snack Idea : Puding Caramel

Satu lagi dessert andalan dari Mama. Gw pribadi

Puding karamel:
Susu ultra 1 liter
Telor 8
Gula pasir 400 gr
Air mendidih 100ml

Cara Membuat :
1. Ambil 50 gram ditaruh diwajan Teflon dimasak dengan api kecil, sampai agak gosong
2. Setelah gosong dikasih air mendidih 100ml, Biarkan mengental dan siram di pirex
3. Kocok telor dengan wisk sambil dituang Susu pelan2 sampai habis
4. Setelah tercampur masukan adonan ke pirex caramel
5. Masukan oven dengan metode waterbath, panggang dengan api sedang selama 1 jam.
6. Setelah 1 jam, keluarkan dari oven, biarkan dingin dan masukan ke kulkas.

Untuk menambah selera, puding bisa ditaburi buah kaleng maupun buah segar. Enaaaak banget dinikmati saat dingin.

Recipe : Nasi Uduk (nyaris) Komplit

Kenapa nasi uduk (nyaris) komplit?
Soalnya gw gak sempet bikit yang komplit. Hehehehe.

Nasi uduk yg gurih kayak gini udah gw perkenalkan ke Mas U sejak Mas U 10 bulan. Tentu dengan tanpa garam ya, gurihnya sudah didapatkan dari santan yang bagus untuk anak bayi, sebagai penambah salah satu sumber lemak nabati.

Masak Nasi uduk di rice cooker ini gampang banget. Beberapa side dish bisa dicicil, pagi-pagi tinggal masak nasi dan goreng ayam. Bigboss senang, lilboss kenyang.

Tentu saja buat ibu-ibu lainnya, side dish di nasi uduk bisa ditambahkan, agar lebih menggugah selera. Hehe

Resep Nasi Uduk
Bahan
500 gr beras, cuci bersih
65 ml santan kara (ukuran kecil)
2 lembar daun salam
1 buah serai, memarkan
Kaldu ayam non-msg
Garam secukupnya

Cara membuat
1. Masak beras beserta air untuk memasak di rice cooker. Tunggu hingga mendidih.
2. Masukan daun salam, serai, santan, kaldu ayam dan garam ke rice cooker.
3. Jika sudah matang, aduk hingga rata, tunggu pada posisi "warm" selama 10 menit agar nasi uduk matang sempurna.

Resep ayam goreng ungkep
Bahan
2 ekor ayam kampung potong 4
8 buah kemiri
3 buah jari lengkuas, potong 5
1/2 buah jari kunyit
6 siung bawang merah
6 siung bawang putih
Garam
Kaldu bubuk non-msg
Minyak kelapa untuk menumis
Air secukupnya

Cara membuat :
1. Blender : kemiri, lengkuas, kunyit dan duo bawang hingga halus.
2. Tumis bumbu halus hingga wangi, masukan ayam yang telah dibersihkan. Tambahkan air secukupnya, hingga ayam terendam.
3. Bumbui dengan kaldu bubuk dan garam. Masak hingga meresap dan air habis.
4. Ayam bisa disimpan di wadah dalam kulkas setelah dingin sempurna dan deep fried jika ingin disajikan.

Resep sambal goreng teri
Bahan
3 bawang merah
3 bawang putih
1/4 buah tomat
8 buah cabai rawit
5 buah cabai merah keriting
Terasi
Teri medan asin
Minyak kelapa untuk menumis

Cara membuat
1. Rebus semua bahan kecuali terasi dan teri.
2. Uleg hingga halus, masukan terasi secukupnya.
3. Siapkan wajan, panaskan minyak kelapa dan goreng teri medan asin hingga hampir kering. Masukan sambal.
4. Sambal goreng bisa bertahan beberapa hari jika disimpan di wadah tertutup setelah dingin sempurna, kemudian dimasukan ke kulkas.

Resep telur dadar

1. Kocok telur hingga rata, dadar telur tipis-tipis. Kemudian gulung.
2. Setelah telur dingin, bisa diiris tipis.

Banyak ternyata, ya hehehe.
Selain itu bisa ditambahkan dengan orek tempe maupun kacang goreng biar lebih mantap. Jangan lupa taburan bawang merah gorengnya yaa.

Snack Idea : Triple Cheeses Baked Potato

Kentang dan keju memang pasangan yang serasi. Apalagi Mas U penggemar kentang. Kentang hampir selalu jadi andalan kalau GTM (yang sedang berlarut-larut) ini melanda. Salah satu uji coba resep kentang yang satu ini cukup berhasil membuat Mas U membuka mulut, selain nilai gizinya yang cukup, cara pembuatannya pun mudah loh :)

Bahan :
3 butir kentang ukuran sedang
100 gr salmon fillet, cacah
100 gr bayam cincang
50 gr polong
50 gr bawang bombai cincang
2 siung bawang putih cincang
50 gr parmesan
50 gr cheddar
100 gr mozarella
Garam merica secukupnya
Oregano
Minyak zaitun untuk menumis

Cara membuat :
1. Sikat kulit kentang hingga bersih, tusuk-tusuk dengan garpu, dan kukus selama 20 menit.
2. Tumis bawang putih hingga harum, masukan bawang bombai. Tumis hingga bawang bombai lemas.
3. Masukan salmon, tumis hingga matang. Masukan polong dan bayam. Tambahkan garam dan merica sesuai selera (di resep ini akan menggunakan beberapa keju, hati-hati dalam penggunaan garam)
4. Tambahkan parmesan dan cheddar, sisihkan isian.
5. Angkat kentang, buat lubang yang cukup untuk isian.
6. Isi kentang, tutup dengan mozerella.
7. Panggang pada 200oC selama 20 menit. Taburi oregano jika sudah matang.

Yummy~ lelehan mozarellanya bisa mengundang anak untuk mendekat. Apalagi wangi keju dan salmon yang tercium dari oven benar-benar bikin ngiler. Selamat mencoba :)

Wednesday, March 30, 2016

Mom Tips : Waras Ketika Anak Sakit

Siapa sih yang gak panik dan sedih ketika anak sakit? Terlebih ketika melihat anak yang biasanya ceria jadi lesu tak berdaya. Anak yang biasanya mau makan macam-macam jadi menolak makanan apapun.

Lalu apakah semua penyakit harus segera dibawa ke dokter dan dikasih obat? Tentu tidak. Ada beberapa penyakit yang memang akan self healing seiring berjalannya waktu. Berikut ini gw kasih tips agar tetap tenang selama anak sakit, ya.

1. Perhatikan dan catat kondisi klinis dan perilaku anak. Hal ini akan memudahkan jika akan membawa anak ke dokter kelak.

2. Cari tahu dokter lain sebagai alternatif jika dokter langganan tidak praktik.

3. Usahakan DSA langganan mau diajak diskusi via WA. Tentu saja dokter tidak akan memberikan diagnosa via WA, tetapi dokter akan membantu kita menentukan langkah apa yanga harus diambil sebelum ke dokter.

4. Cari tahu kemungkinan penyakit pada anak. Sebagai contoh, demam bukanlah penyakit. Tetapi tanda bahwa tubuh sedang berjuang melawan sesuatu. Kenali gejala lain yang memungkinkan. Seperti misalnya sariawan kah? Timbul ruam merah? Blister? Atau yang lainnya.

5. Baca-baca artikel tentang penyakit yang biasa menyerang anak-anak ketika anak sedang tidak sakit. Hal ini untuk menghindari panik saat anak sakit. Jadi ketika anak akhirnya harua sakit, ibu bisa menelaah kemungkinan penyakit yang diderita anak. Membaca artikel pun harus dari website yang terpercaya, sebagai contoh milissehat dan idai agar ibu tidak tersesat dengan mitos.

6. Kenali tanda bahaya dari suatu penyakit. Misalnya diare akibat virus yang tidak mempunyai obat khusus, maka penangannya adalah efek samping dari diare yaitu dehidrasi. Kenali sampai sejauh mana dehidrasi itu wajib langsung dibawa ke dokter.

7. Ketika ke dokter, tanyakan istilah medis untuk penyakit yang diderita anak agar dapat mencari tau lebih lanjut. Jangan lupa tanyakan juga indikasi medis berbahaya maupun pengobatan selanjutnya yang akan diambil jika pengobatan yang sekarang belum berhasil.

8. Banyak berdoa dan bersabar karena anak akan rewel ketika sakit. Ibu yang tenang akan menghasilkan lingkungan yang nyaman untuk anak yang sakit. Tidak perlu panik karena komentar orang lain jika ibu sudah mempunyai ilmu dan dapat mengenali penyakit standar pada anak.

Semoga tipsnya berguna karena overtreatment pada dokter kebanyakan berawal dari ibu yang panik anak sakit. Dan semoga anak-anak kita terhindar dari penyakit serius. Aamiin.