Showing posts with label Second Trimester. Show all posts
Showing posts with label Second Trimester. Show all posts

Monday, October 20, 2014

The Power of Positive Mind

Menjadi ibu hamil yang selalu berpikiran positif adalah salah satu hal yang menurut gw penting. Soalnya apa yang dirasakan ibu ketika hamil akan berpengaruh pada anak nantinya.
Walaupun kayaknya mudah, ternyata gak segampang itu loh penerapannya. Berbagai macam cobaan dan halangan siap menanti. Mulai dari perubahan hormon yang memicu perubahan mood. Perubahan bentuk tubuh yang kadang tak sesuai dengan harapan. Perubahan beban tubuh yang akan mempengaruhi stamina. Sampai tingkat sensitifitas diri sendiri dan orang lain terhadap kita.

Setidaknya, itulah yang gw rasakan hingga saat ini. Perubahan-perubahan ini terkadang belum bisa gw terima begitu saja. Misalkan saja dengan sakit pinggang yang tiba-tiba sering terjadi. Atau sakit di ulu hati dan punggung pada saat-saat tertentu yang mengaharuskan gw untuk menghindari tiduran menghadap kanan. Atau kram kaki yang belakangan ini menyerang saat gw tidur.
Kalau dibilang pengen mengeluh, ya rasanya mulut ini gak sabar pengen selalu mengeluh. Tapi masa gw mau anak gw jadi anak yg tukang mengeluh? Jadi ya harus ditahan dan dicari solusinya.

Perasaan gak enak seriiing sekali timbul. Apalagi kalo sudah dikombinasi antara badan yg sakit dan perasaan sensitif. Rasanya di badan berlipat kali sakitnya. Ini nih yang menurut gw penting : The Power of Positive Mind. Gw percaya apa yg terjadi dengan tubuh kita, bisa kita kendalikan dengan pikiran. Kalo kita merasa sakit tapi mau sehat, berpikirlah kalo badan kita sehat. Begitu juga sebaliknya, badan yg sehat akan terasa sakit kalau kita menanamkan pikiran sakit tersebut. Tapi tetap saja hal ini membutuhkan dukungan dari orang sekitar. Gak enak kan kalo lagi ngilu, kram, dan gak enak badan tapi perasaan dan pikiran juga negatif?
Gw mengakui kok, tidak semua orang bisa mengerti keadaan ibu hamil. Sebelumnya pun, gw juga belom bisa mengerti sepenuhnya tentang masa kehamilan. Jadi wajar aja kalo orang lain pun gak pengertian. Hamil itu bukan suatu penyakit dan setiap kehamilan itu berbeda satu sama lain.

Gw sebagai penganut The Power of Positive Mind (apa sih, hahahaha) juga sering hilang kendali. Ada masa-masa gw ingin dimengerti. Ada masa-masa gw gak mau mengalah. Dan ada masa-masa ketakutan akan penyakit dan kehamilan bermasalah menghantui. Inilah saat genting menurut gw, pada masa itu gw gak bisa mengontrol diri dan justru perasaan ingin lebih diperhatikan dan ketakutan-ketakutan tersebut lebih dominan. Akhirnya beban dibadan pun bertambah.

Pernah suatu ketika gw kehilangan waktu tidur malam yg cukup karena selalu terbangun tiap malam selama beberapa hari, ditengah aktivitas yg padat, gw merasakan aura negatif itu. Alhasil badan gw jadi semakin drop dan perasaan lebih sensitif. Biasanya gw bisa melakukan banyak hal, tiba-tiba jadi serba capek. Serba merasa gak dimengerti. Serba merasa bersalah. Serba serbi deh.

Lalu apa yg gw lakukan? Ya menghimpun kembali the power of positive mind itu. Berat? Banget! pikiran yg terlanjur negatif dan pesimis akan susah untuk diubah secara instan. Apalagi didukung oleh tubuh yg terus drop. Tapi insyaAllah dengan kerja keras dan kemauan yg keras pasti bisa. Pelan-pelan, insyaAllah bisa. Misalnya dengan menulis blog seperti ini. Gw sedang berusaha membangun the power of positive mind di diri gw dan orang lain, loh.

Ayo, ibu hamil. Berpikirlah positif demi anak kita yg pintar dan cerdas :)

Friday, September 19, 2014

Kicking n Rolling

Hola, alhamdulillah sekarang udah masuk minggu ke-19. Hampir memasuki bulan kelima.
Bukan, bukan gw males kok untuk update blog. Tapi 2x gw coba update lewat aplikasi di hp, ternyata gak ke post. Dan ternyata (lagi), gak kesimpen di draft. Ulalaaaa jadilah gw males buat nulis lagi. *yak, ujung-ujungnya males juga* hahaha

Nah, ada update apa?
First at all, it is baby boy! Yippy~
Alhamdulillah USG terakhir kelihatan jelas banget 'properti' si kakak hihii. Daaaan, doi aktif banget. Senangnya bisa melihat jelas seluruh tubuh kakak bebe. Gw bisa menghitung jari-jari tangan dan kakinya, gw juga bisa melihat wajahnya yang sudah hampir sempurna. Anak ini bener-bener aktif, sampe sama dokternya diketawain gara-gara doi gerak mulu dan susah untuk nge-capture gambar USGnya. Sehat-sehat ya naaak.

Second, he always kicks me!
Baru semingguan ini gw bisa memastikan kalo sensasi itu adalah tendangan dari kakak bebe. Bahkan belakangan ini, kakak bebe suka ngajak main mommy-nya. Ah, senangnya. Daddy juga ikut main, loh. Kayaknya kakak bebe ngerti kalo yg ngelus-ngelus perut itu Daddy-nya. Seru banget lah pokoknya.

I'm a happy-mom-to-be. 
Alhamdulillah diberikan kemudahan dan kesehatan. Makan lancar teruuus, walaupun ada kekhawatiran sedikit karena berat badan yang baru nambah sekilo sejak hamil. FYI, setelah ngobrol-ngobrol sama dua dokter kandungan dan beberapa temen yang baru aja melahirkan, ternyata emang tren hamil masa kini itu standarnya beda banget, loh.
Asalkan si baby sudah dihitung beratnya 2.5 kg (diluar dari ari2, ketuban, dan darah), maka ketika ibunya hanya naik 5 kg selama hamil, itu gak masalah. Justru kalo pengen ngelahirin normal, lebih baik berat bayi maksimal itu 2.8 kg. CMIIW.

Nah, berhubung badan gw yang masih segini-gini aja, cuma perut yang membuncit kayak busung lapar, gw jaraaaang banget dikira hamil haha *penting*
Temen-temen yang ketemu pun masih banyak yang mempertanyakan kenapa gw hamilnya gak kelihatan. Girls, ini sebenernya kelihatan kok. Cuma tergantung baju aja kelihatan banget atau kelihatan samar-samar *tetep berusaha*

Oke, doakan gw sehat dan tidak malas untuk selalu update blog ini. hihi
Oya, masih banyak yg suka comment di blog ini, bahkan kirim email langsung.
InsyaAllah gw bantu kok.
Feel free to ask girls :)

Monday, August 25, 2014

Mari Berkelana di Jakarta! (Edisi Maraton Rumah Sakit)

Terkadang orang mempertanyakan kenapa gw masih menganggur dan gak mulai mencari kerjaan. Kebanyakan dari mereka bertanya apa saja yang gw lakukan selama ini.

Eits, gw gak ada "pekerjaan" yg menghasilkan uang dengan pasti saat ini. Tapi kegiatan gw banyak, loh. Istilahnya gw itu pengacara, pengangguran banyak acara. Hahahaha

Sejujurnya gw adalah tipe orang yg gak percaya kebetulan. Allah selalu punya suatu rencana untuk kita jalani. Percayalah.

Misalnya ketika gw bener-bener bingung mau ngapain ketika suami sibuk seminar dan kuliah. Tiba-tiba sekarang gw harus menemani bokap untuk kontrol. Mulai dari ke dokter, tes darah lengkap, sampai ct-scan contras. Kegiatan ini gak berlangsung sehari-dua hari. Tapi membutuhkan beberapa hari untuk bolak balik ke RS MMC dan RS Medistra. Untuk gw yang bertempat tinggal di luar jakarta, ini lumayan memakan waktu dan perasaan.

Seperti sebelum nikah, gw yang selalu nganter bokap ke dokter tiap hari. Mengunjungi dan menyiapkan baju ganti buat nyokap, dan menemani nyokap biar gak bosen di RS selama bokap sakit. Sekarang pun demikian.
Bedanya, sekarang gw kemana-mana gak sama sopir. Berhubung suami lagi sibuk, gw pun berkelana dari bekasi-tb simatupang-mmc-medistra. Gw gak sendiri kok, ada kakak bebe yg menemani. Hihi.

Gw gak masalah pake kendaraan umum. Di bandung pun dulu gw kemana-mana sendirian pake angkot. Tapi tetep aja ya, berkelana sendirian dijakarta itu bikin degdegkan *cupu*
Ada 3 hal yg bikin gw rada parno pake kendaraan umum (dalam hal ini transjakart, gw sangat menghindari metromini atau bajaj mengingat mereka bergoncang gak normal).

1. Berdiri gak masalah, asal senderan. Gw tipe yg gampang terontang-anting jadi susaaaah banget mengendalikan diri dari seruduk kanan-seruduk kiri.
2. Naik-turun jembatan halte busway gak masalah. Justru yg bikin gw deg-deg-serr adalah melangkah  di lantai aluminium yg rasanya gak cukup kokoh dan terlihat berguncang setiap gw injak. Rasanya kayak gw bisa jatoh begitu saja. Kejeblos gitu.

3. Bis yg kotor dan bau ketek. Nah, ini sih yg bikin kesel. Rasanya pengen segera cuci tangan begitu loncat keluar bis.

Alhamdulillah selama beberapa kali naik transjakarta sendirian, gw cuma sebentar berdiri. Sisanya dikasih tempat duduk sama ibu lain yg baik hati. Rejeki anak soleh, ya kakak bebe :)

Di dalam bis, gw menghindari menggunakan gadget. Selain menambah tingkat kewaspadaan dan kepekaan terhadap sekitar, gw juga menjadikan momen ini untuk mengobrol dengan kakak bebe.
"Nak, kalo mama nanti belom sempet merasakan transportasi publik yg nyaman, maka kamu harus merasakannya ya. Jadilah anak yg berguna untuk bangsamu. Jadilah anak cerdas dan sholeh yg bisa membuat mama dan daddy bangga."

Friday, August 15, 2014

Second Trimester, Rockkkkk!

Hola, apa kabar?
Alhamdulillah gw sangat sehat dan bugar. Sekarang sudah memasuki minggu ke-14 dan rasanya luarrrr biasa. Badan terasa lebih enteng, mau melakukan apapun juga semangat. Gak kayak trimester pertama yang penuh dengan huru-hara.

So, what's going on?
Gw masih dengan setia mengikuti artikel-artikel tentang kehamilan setiap-setiap minggu dari aplikasi di hp. Alhamdulillah selalu menarik! hihi. Misalnya pagi tadi gw baru tahu kalo dalam minggu ini, kakak bebe udah bisa terpengaruh oleh cahaya. Jadi kalo misalnya gw ngesenterin ke perut, dia akan bergerak menjauh. Lucu ya? hehehehe.

Nah, minggu-minggu ini gw akan bertambah deg-degkan. Soalnya minggu depan gw akan periksa ke dokter. Kalo kata Kakak gw sih, kemungkinan udah bisa ketahuan cewek apa cowok. WOW! Supeeeer excited! Walaupun gw sebenernya belom boleh terlalu berharap. Soalnya bisa jadi, si kakak bebe menutupi daerah bawah sana. Yasudah, apapun Mami akan selalu bersyukur kok, nak. Hihi.

Anyway, Kang mas udah mulai nyelotehin nama buat kakak bebe. Wah, tambah bikin deg-degkan gak sih?