Showing posts with label toddler activity. Show all posts
Showing posts with label toddler activity. Show all posts

Thursday, September 29, 2016

Toddler Activity : Jenis Buku untuk Anak

Buku-buku yang dimiliki Mas U kebanyakan boardbook dengan tema beragam. Beberapa contoh jenis buku misalnya seperti berikut ini :

1. Board Book
Buku Kereta Sesame Streets ini favorit Mas U. Hampir setiap malam menjadi pilihan untuk dibaca. Kanan-kiri buku bisa dibuka sehingga buku lebih panjang. Tentu saja banyak jenis board book lain yang gak kalah menarik. Silakan hunting aneka board book legendaris misalnya seperti Goodnight Moon ataupun The Very Hungry Caterpilar.


2. Music Book
Perpaduan antara Boardbook dengan aneka bunyi ini juga dapat membuat anak semakin tertarik dengan buku. Buku favorit Mas U adalah music book dengan boneka beruang ditengahnya. Selain terdapat suara dari binatang, hand puppet dibagian tengah bisa digunakan selama bercerita. Music Book ini banyak sekali pilihannya. Mas U juga suka sekali dengan buku mobil dan aneka binatangnya.


3. Pop-up Book
Berbeda dengan board book yang memiliki kertas tebal, aman dari keisengan anak, Pop-up Book mempunyai kertas tipis dengan potongan lebih banyak sehingga terlihat seperti 3D. Robo-Pup ini adalah favorit Mas U sepanjang masa. Walaupun baca buku ini harus dengan pengawasan extra karena buku rawan robek.


4. Touch and Feel Book
Salah satu varian board book yang menarik adalah buku touch and feel dimana anak bisa merasakan tekstur sesuai tema. Salah satu buku milik Mas U ini bercerita tentang binatang malam, dimana Mas U bisa meraba bulu mereka sambil mendengarkan suara. Menarik bukan? Buku seperti ini dapat merangsang motorik anak, loh.


5. Activity Book
Buku ini terdiri dari beberapa macam aktivitas untuk mengajarkan anak. Misalnya buku goodnight bear milik Mas U ini. Mas U akan diajarkan untuk memiliki rutinitas sebelum tidur seperti minum susu, sikat gigi, mandi, dan berdoa.


6. Baby Book
Ini adalah buku paling awal yang dimiliki Mas U. Buku berupa kain dan gigit-gigitan karet yang bisa dimainkan sedari lahir.


7. Paper Book

Ini jenis buku paling lazim. Terbuat dari lembaran kertas tipis seperti Artpaper. Tentu saja buku ini membutuhkan pengawalan ekstra selama dibaca.



Sebenarnya masih banyak lagi jenis buku yang saat ini beredar. Tentu saja kualitas bukunya pun beragam, terlebih lagi saat ini banyak digalakkan program untuk mencintai buku, misalnya 1000 buku sebelum 5 tahun. Gw juga pernah dapat paket buku dan cd dari KPK yang memang mengeluarkan paket ini secara cuma-cuma. Tujuannya selain menanamkan kecintaan terhadap buku, tapi juga mengajarkan akan kejujuran sejak dini.

Sila mencari buku-buku menarik untuk anak, ya :)



Toddler Activity : Tips Agar Anak Menyukai Buku

Mas U termasuk yang menyukai buku. Membaca buku adalah salah satu kegiatan rutin sebelum tidur, selain waktu-waktu lain seperti ketika di perjalanan maupun pilihan main pagi.

Jadi jangan heran kalau menemukan buku-buku Mas U tersebar di rumah Uti, rumah Neni, maupun di mobil. Soalnya ini salah satu cara agar Mas U mau duduk anteng di mobil.

Banyak yang menanyakan bagaimana cara agar anak bisa menyukai buku. Berikut ini gw akan memberikan tips agar anak menjadi suka buku :

1. Mulailah dengan diri sendiri. Jika Bunda yang mengajarkan saja tidak suka buku, gimana anak akan suka?

2. Belajar story telling. Anak belum bisa membaca, jadi menceritakan dengan baik tentu saja akan menaikan minat membaca anak. Tidak perlu membaca cerita sesuai dengan tulisan dibuku. Bahkan, ada beberapa buku anak justru minim tulisan namun kaya akan gambar.

3. Carilah buku dengan gambar dan warna yang menarik. Saat pertama kali mengenal buku, anak tidak akan mengerti apa itu cerita dalam buku. Maka hal terpenting lainnya adalah kualitas ilustrasi dan pemilihan warna buku.

4. Jauhi screen! Mulai dari hp, tv, tablet apapun itu. Berikan buku sebagai alternatif karena screen pasti akan lebih menarik secara warna dan gerak.

5. Carilah buku yang menarik. Saat ini banyak sekali buku-buku menarik untuk anak. Memang harganya pun tidak murah, namun gw pribadi lebih menyukai untuk membeli buku dibandingkan memberikan mainan mahal. Di post selanjutnya gw akan berbagi jenis-jenis buku yang menarik untuk diberikan pada anak, bahkan sejak bayi.

6. Buat rutinitas. Untuk kasus Mas U, rutinitas pasti membaca buku adalah sebelum tidur. Mas U boleh memilih buku apa yang akan dibaca. Di luar itu, tentu saja Mas U boleh membaca buku sesukanya. Di usianya yang baru 20 bulan, Mas U sudah punya buku-buku favorit untuk dibaca, loh.

7. Mulailah sedini mungkin. Saat ini mudah sekali mendapatkan buku-buku berkualitas bagus di indonesia. Apalagi dengan adanya event pameran buku yang semakin marak. Jadi jangan jadi alasan kalau mencari buku bagus itu susah ya.

8. Luangkan waktu untuk ke toko buku. Jika ada waktu kosong, misalnya menunggu Ayah yang sedang bertemu Client di Mall, gw akan mengajak Mas U ke toko buku. Dia dapat menghabiskan waktu lama untuk melihat-lihat buku disana. Terkadang kami harus menggendong paksa karena Mas U masih mau main di toko buku.

Sekian tips dari gw. Semoga minat baca anak gak berhenti sampai usia muda, tapi terus meningkat karena buku adalah jendela ilmu :)

Wednesday, September 21, 2016

Toddler Activity : Bermain Air

Anak mana yang gak suka main air ayo mengaku?

Mas U senang sekali main air. Menurut gw, gak masalah bermain air atau bermain hujan asalkan dalam aturan orang tua. Dalam kasus ini, gw punya beberapa pertimbangan untuk mengizinkan Mas U bermain air atau hujan :

1. Main dengan pengawasan.
Namanya anak-anak tetap aja butuh pengawasan ya. Apalagi jika berhubungan dengan hal-hal seperti air yang bisa berbahaya. Jangan biarkan anak bermain sendiri bahkan ketika kita harus tinggal semenit pun.

2. Dalam kondisi sehat.
Kalau sedang batuk pilek apalagi demam tentu saja mainnya ditunda dulu. Jangan sampai niatnya agar anak senang tapi malah bikin tambah sakit.

3. Sudah mempersiapkan peralatan setelah bermain.
Misalnya handuk, baju ganti, penghangat (gw biasanya pake minyak kayu putih atau YLO lemongrass), dan sabun untuk mandi. Jadi anak terhindar dari kedinginan karena menunggu untuk dibersihkan.

4. Perjanjian
Nah, woro-woro ini penting. Mas U selalu dikasih penjelasan dia boleh bermain air jika ... (penjelasan di atas). Diharapkan anak akan mengerti jika tidak dalam kondisi ideal maka dia tidak akan meminta. Selain itu, berikan pengertian batasan waktu. Misalnya

"kita bermain hanya 10 menit ya, mas"

Setelah 5 menit berlalu, anak akan diingatkan, "oke, 5 menit lagi selesai nak"
Jadi anak tidak kaget karena permainan sudah selesai. Hal ini juga bisa mengurangi efek tantrum karena belum puas bermain. Walaupun dalam kasus Mas U kadang cara ini berhasil, kadang gak. Namanya juga anak-anak :D

Permainan air ini bisa di dalam atau luar ruangan. Misalnya Mas U diizinkan untuk main air sambil membantu ayah membersihkan mobil. Mas U gak sekedar semprot kesana dan kesini aja, tapi dia akan dengan antusias menyemprot mobil sambil bertanya macam-macam. Aktivitas sederhana bisa jadi sarat makna, kan? :)

Thursday, September 8, 2016

Toddler Activity : Bermain Mobil Mini

Selayaknya anak cowok lainnya, Mas U suka sekali bermain mobil-mobilan (dan moda transportasi lainnya). Nah, kali ini gw ingin mencoba membuat track mobil sendiri.

Berbekal kertas HVS, spidol, dan pensil warna akhirnya track mobil ini selesai. Membuatnya gampaaaang banget. 15 menit jadi kok. Track mobil yang gw buat ini selebar 50cm x 50cm, mengikuti modul meja yang ada di rumah. Membuat tracknya pun gak perlu yang ribet karena Mas U masih belajar.

Permainan sederhana ini merangsang motorik tangan untuk mengikuti alur mobil dan koordinasi mata. Pertama kali Mas U melihat track ini sebenarnya dia gak begitu paham (mungkin karena gw bikin tracknya terlalu sederhana kali ya). Tapi setelah gw contohkan, kami bisa bermain cukup lama.

Track yang gw buat ini sebenarnya untuk mobil ukuran hotwheels, tapi terserah anaknya aja deh mau main pake mobil apa. Hehehe

Rencananya gw akan membuat beberapa track lagi seperti track area airport (Mas U punya set pesawat dan truck-nya) juga track yang lebih complicated lagi nantinya tergantung kreatifitas kita.

Sunday, August 28, 2016

Toddler Activity : Lomba Sepeda Hias 17 Agustus-an

Mas U itu sukaaaaa banget sama mobil. Bahkan, ketika awal-awal berbicara Mas U sudah bisa membedakan mobil Ayah, Mama, Aju, Opa dan lainnya.

Makanya untuk lomba sepeda hias tahun ini gw membuatkan Mas U mobil balap. Dengan memanfaatkan kardus bekas kulkas (atau kalo bahasa gaulnya DIY cardboard), gw membuat rangka mobil balap. Tadinya gw mau menggunakan pilox buat mewarnainya, tapi akhirnya gw memutuskan untuk pakai karton saja. Dan hasilnya ternyata gak gampang ya bok. Hahahaaa

Kayaknya skill membuat maket gw menurun drastis, terlihat dari hasil potongan cardbord yang gak lurus dan gradakan huhuhu. Tapi suami gw dengan yakinnya bilang kalau mobil balap buatan gw ini bagus (makasih loh, ayah hihi).

Nah, kenapa sih bikin sampai sebegitunya? Soalnya gw punya beberapa alasan :

Memori
Mas U mungkin gak ingat, tapi bisa gw tunjukan lewat foto (dan media social lainnya) bahwa Bunda pernah bikinin kreasi kayak gini. Dari sini gw berharap Mas U mengerti kalo Bunda sayang sama Mas U. Dan Bunda ingin yang terbaik untuk Mas U.

Waktu Luang
Entah tahun depan gw bisa bikin seperti ini atau gak. Bisa jadi ada saja halangan yang gw sendiri gak tahu secara pasti. Jadi daripada gw menyesal gak pernah bikin yang maksimal (padahal gw punya banyak ide), jadi lebih baik di eksekusi sekarang.

Hikmah
Mas U sayang, Bunda selalu ingin Mas U mendapatkan yang terbaik, tapi terbaik itu belum tentu mahal. Contohnya kreasi ini. Mas U bisa punya mobil keren tanpa harus membeli yang mahal. Desain dan ide itu adalah yang utama, sayang.

Ngelemesin tangan
Haha, ini sih alasan buat Bunda aja. Gatel ingin membuat sesuatu.

Alhamdulillah perjuangan bikin mobil-mobilan ini berbuah manis. Mas U juara 3 (yang kata Ayah, Ayah ngotot kalau seharusnya Mas U juara pertama untuk kategori bayi). Juara bukan segalanya ya, nak. Tapi kerja keras dan kemauan untuk menciptakan sesuatu yang utama (ahzek).

Thursday, August 4, 2016

Toddler Activity : Kunjungan ke Taman Safari

Minggu lalu gw sempat membawa Mas U ke Taman Safari. Tadinya gw masih ragu apakah Mas U sudah mengerti kalau diajak ke Taman Safari. Secara masuknya kan lumayan hehehehe.

Gw pergi ke Taman Safari bersama keluarga teman. Kami berenam berangkat pagi agar bisa secepat mungkin sampai ke tujuan. Sayangnya kami terjebak macet sehingga baru sampai jam 11 siang.

Kami membeli wortel untuk diberikan ke binatang yang akan melintas. Dan ini merupakan ide bagus karena anak-anak jadi semakin tertarik (dan juga ortunya, hehe). Kami mendapat kesempatan untuk berfoto dengan kuda nil karena ada pawang didekatnya. Dan beberapa binatang buas seperti singa dan harimau sedang berjalan-jalan, anak-anak senang gw pun lega.

Sayangnya kami tiba di arena bermain lewat dari jam 1 siang. Jadi kami buru-buru makan dan sholat sebelum mengejar aneka pertunjukan binatang. Pada jam-jam tertentu terdapat atraksi binatang seperti harimau, lumba-lumba, burung, singa laut, dan lain-lain. Sayangnya kami tidak bisa ikut semua atraksi karena ada yang bertabrakan.

Selain itu, kami juga tidak sempat untuk mengunjungi babyzoo karena sudah tutup. Area bermain pun tidak sempat dicicipi padahal ada beberapa permainan seru seperti mini dufan. Bahkan ada pula arena bermain air, loh.

Saat disana tiba-tiba Mas U batuk terus menerus. Sepertinya badannya pun tidak enak jadi gw tidak terlalu memaksa. Memang harus fit sekali agar bisa menikmati kunjungan ke Taman Safari.

Berikut ini ada tips dari gw jika ingin berkunjung ke Taman Safari.

Tips :
1. Berangkatlah sepagi mungkin agar tiba tepat saat Taman Safari buka.
2. Atur waktu sedemikian rupa agar jam 12 siang sudah sampai di area bermain.
3. Manfaatkan area bermain untuk makan dan sholat sebelum mengunjungi lokasi lainnya.
4. Usahakan membawa bekal makan siang karena saya pribadi tidak tertarik untuk makam di restoran setempat.
5. Bawalah cemilan favorit untuk lebih berhemat.
6. Pastikan sudah menyelesaikan urusan kamar mandi sebelum memasuki area binatang.
7. Jika membawa bayi dan anak-anak, bawalah baju hangat dan baju ganti. Kadang akan turun hujan di area taman safari.
8. Persiapkan obat-obatan pribadi seperti anti masuk angin, obat diare, obat merah dan plester.

Semoga bermanfaat :)

Taman Safari Indonesia
Jam operasional
10.00-17.00

Harga wortel pinggir jalan
25.000/ikat (panjang wortel 20-25cm)
15.000/ikat (panjang wortel 10cm)

Wednesday, August 3, 2016

Recipe : Picnic Roll

*bersih-bersih blog*

Sudah lama banget gak ngeblog, hahaha. Karena satu dan lain alasan jadi beberapa bulan belakangan emang lagi susah banget untuk meluangkan waktu dan merangkai kata di blog ini. Alhamdulillah sepertinya mulai saat ini bisa konsisten lagi.

Sebagai pembuka, gw mau share resep picnic roll yang kemaren baru dieksekusi.
Kemarin gw mau ke taman safari dan berniat emang ala-ala piknik. Jadi lah berencana bikin picnic roll biar makin menjiwai hahaha.

Ternyata malah dimakan pas sarapan aja soalnya ke taman safari bawa bayi itu tak semudah piknik biasa, guys. No prob, picnic roll tetep cocok buat dimakan saat sarapan.

Ini dia resepnya~

Bahan adonan :
200 gr daging ayam giling
200 gr daging sapi giling
1 butir telur
1 buah roti tawar kupas, rendam dalam susu
1 buah daun bawang, cincang halus
1 buah bawang bombai ukuran sedang, cincang halus
5 siung bawang putih, cincang halus
1 buah cabai merah besar, buang biji dan cincang halus
1 buah cabai hijau besar, buang biji dan cincang halus
1 sdm kecap inggris
1 sdm saus tiram
1.5 sdm gula pasir
1 sdt karagenan bubuk
1 sdt merica hitam tumbuk
2 sdt garam
1 sdt pala bubuk
1 sdt kaldu bubuk

Tambahan :
3 buah telur ayam kampung, rebus dan potong 2 bagian memanjang
100 gr cheddar parut
2 lembar puff pastry
1 buah telur untuk olesan
Oregano

Cara membuat :
1. Siapkan mangkuk besar, masukan semua bahan adonan, campur hingga rata.
2. Siapkan puff pastry yg sudah lembik pada suhu ruang di loyang.
3. Susun setengah adonan memanjang pada tengah pastry. Sisakan 1cm pinggiran pastry.
4. Susun telur rebus di tengah dengan keju dipinggiran.
5. Olesi pinggiran pastry dengan telur, rekatkan pastry hingga rapat.
6. Kerat diagonal bagian atas pastry agar uap keluar.
7. Olesi pastry dengan telur dan taburi dengan oregano bubuk.
8. Panggang dalam suhu 180 derajat C selama 35 menit - 40 menit.

Resep aslinya gw dapet dari sini. Tapi gw ubah-ubah sesuai selera. Selamat mencoba~♡

Thursday, May 26, 2016

Sensory Play : Colorfull Bubble Bath

Long time no sensory play!

Akhirnya kita mulai lagi seri sensory play untuk Mas U. Kali ini gw mencoba busa warna warni yang sepertinya menarik. Cara buatnya gampaaaang banget. Ini dia :

1. Sabun bayi cair
2. Pewarna makanan
3. Air
4. Blender
5. Wadah

Caranya cukup blender air sabun yang sudah diberi pewarna, lalu simpan di wadah besar.
Permainan ini bisa ditambah dengan mainan lain maupun dimainkan begitu saja.

Sayangnya begitu persiapan selesai Mas U justru gak mau main karena jijik .... krik krik krik ...

Yowis yang sibuk main ya Ayah Bundanya hahahaha.

Permainannya asik loh padahal. Tapi entah kenapa Mas U malah jijik dan gak mau megang. Kayaknya gw bakal nyoba bikin ini lagi kedepannya. Sampeeeeek Mas U mau main hihihihii.

Sunday, March 20, 2016

Toddler Activity : Kunjungan ke Farm House Lembang

Bandung dan sekitarnya adalah salah satu tempat yang sering di kunjungi oleh Mas U. Soalnya Bunda sama Ayah belum bisa move on dari kota ini. Hahaha

Selain itu, disini banyak kok yang bisa dikunjungi dan bernuansa alam, jadi gak melulu ke mall lagi dan lagi.
Kali ini gw bawa Mas U berkunjung ke Farm House di Lembang. Kami berangkat jam 8-an dari daerah Dago menuju Lembang via Dago atas. Sekitar 15 menit sudah sampai di Lembang dan lumayan berkeliling buat nyari lokasinya. Alhamdulillah jam 9 kurang lokasi sudah ketemu dan kami siap berfoto-ria.

Farm House buka jam 8 pagi, ketika kami sampai jam 9, bis dan kendaraan pribadi sudah memenuhi parkiran. Pengunjung juga sudah banyak yang menukarkan tiket masuk dengan susu atau sosis. Harga tiket masuknya 20rb + 10rb untuk kendaraan. Cukup murah karena tiket dapat ditukar dengan susu atau sosis.

Di Farm House ini ada banyak spot foto menarik, seperti area "gembok cinta" yang gemboknya bisa beli di toko souvenir. Jadi kalo mau pasang gembok cinta a la tempat wisata luar negri, bisa dijajal ke Farm House. Oia, untuk area ini gak ramah stroller ya. Karena desainnya berupa jalan setapak yang bertangga-tangga.

Selain itu ada area european yang kece banget buat foto-foto. Di area ini ada toko-toko souvenir dan makanan. Daerah ini didesain selayaknya jalur pedistrian di eropa. Lengkap dengan restoran pinggir jalan dan bakery yang menjual dannish croisant. Untuk ibu-ibu dan anak-anak bisa meminjam kostum ala pakaian eropa disini. Sayangnya selama di Farm House gw gak lihat bapak-bapak yang pakai kostum, hehe.

Di area ini ada yang jual durian medan beku yg super enak dan madu sarang lebah yang menyehatkan, loh. Gw dan hubby sampai balik lagi buat beli. Alhamdulillah area ini bisa di akses oleh stroller. Jadi jangan khawatir bakal pegal menggendong anak.

Bagian terakhir yang kami kunjungi adalah petting zoo. Disini Mas U bisa bermain dengan kura-kura, marmut, kelinci, dan domba. Bahkan bisa langsung nyuapin wortel tanpa harus terhalang kandang, soalnya Mas U ikutan masuk ke kandang kelinci dan domba. Cukup seru untuk memperkenalkan hewan-hewan seperti ini. Alhamdulillah Mas U pun berani walau agak sedikit syok waktu dikejar domba hahaha.

Farm House ini tempatnya tidak terlalu besar, jadi gw saranin untuk datang pagi-pagi. Gw menghabiskan waktu 2.5 jam disini, karena jam 11an sudah sangat rame dan gak nyaman lagi. Kami pun memutuskan untuk keluar dan turun ke Bandung. Dan ternyata di jalan Lembang sudah sangat macet menuju ke atas. Sepertinya keputusan kami untuk datang pagi-pagi sudah tepat.

Tuesday, March 15, 2016

Sensory Play : Cloud Dough

Cloud dough is totally a mess .. in a good way! Wohoooo~

Ini seperti bermain kinetic sand versi lebih lembut dan murah. Ini adalah salah satu permainan dasar yang bisa diolah lagi dengan tambahan aktivitas agar lebih menarik.

Cara membuatnya gampaaaaang banget. Hanya membutuhkan 2 bahan dasar :

1 cup minyak (baby oil, canola, dll tapi gak disarankan minyak kelapa karena akan membeku kalau dingin)
8 cup tepung terigu

Kalau gw, ditambahin beberapa tetes lavender essensial oil biar wanginya enyak.

Cukup campur semua bahan sampai rata. Dan uji coba bahan dengan mengepal-kepalkan apakah cukup membentuk atau tidak.

Dalam percobaan pertama ini gw memasukkan beberapa mainan sea creature toobsnya uwais. Soalnya beberapa waktu lalu waktu main dough jenis lain Mas U sempet jijik gak mau pegang. Jadi mungkin dengan adanya mainan Mas U mau coba pegang. Daaaaaan lumayan berhasil!

Mas U gak jijik untuk megang, walaupun dia belum mengerti untuk membentuk benda dari cloud dough ini. Setelah gw coba untuk membuat bola-bola, Mas U mau meremas dan menghancurkan bola.

Selain itu gw juga coba untuk mengubur mainan-mainannya, jadi Mas U mulai menggerakkan jari untuk menggali.

Sampai pada akhirnya wadah bermain pun ditumpahin, hahahaha. Gak masalah, karena Mas U jadi lebih bisa mengeksplor cloud dough ini. Memang ruangan menjadi lebih berantakan karena adonan cloud dough yang berceceran kemana-mana. Tapi si bebe super semangat jadi gak masalaaah :D

Thursday, March 10, 2016

Sensory Play : Painting Bubble

Akhirnya setelah hampir 2 minggu absen bermain sensory, Mas U dikasih mainan juga sama Bunda hihihi.

Kali ini gw nyobain permainan painting bubble. Tahu kan bubble wrap yang biasa dibuat membungkus alat elektronik?
Nah, permainan ini cukup mudah, hanya menyediakan baby-safe-painting yang dibuat sendiri, ditambah dengan bubble wrap yang dijadikan kaos kaki. Hasilnya?

Berhasil dan tidak berhasil.
Hahahaha.

Tidak berhasil karena Mas U hanya mau bermain sebentar dengan bubble wrap di kakinya. Mungkin karena licin kali ya. Dan efek meletus-meletus ketika kaki berpijak udah habis jadi dia lebih memilih untuk main pake tangan aja.

Berhasilnya, karena dia berani memegang tekstur adonan yang lembut tapi licin ini. Jadi sepanjang setengah jam terakhir, Mas U justru sibuk hand painting. Ini juga permainannya menarik, loh. Nanti bisa ditambahin pake kuas biar lebih kece.

Ini dia persiapan dan bahan untuk bermain bubble painting :

Bahan homemade paint :
150 gr Tepung maizena
400 cc Air
Pewarna makanan

Persiapan :
Wadah untuk masing-masing warna
Bubble warp
Isolasi
Kertas besar
Alas main

Cara membuat :
1. Campur tepung maizena dengan air hingga rata, masak diatas api sambil terus diaduk agar tidak menggumpal.
2. Bagi adonan maizena pada wadah sesuai warna, tetesi dengan 3-4 tetes warna dan aduk hingga rata.
3. Sambil menunggu cat dingin, siapkan alas main dan kertas besar untuk media lukis.
4. Siapkan bubble warp pada kaki bayi, rekatkan dengan isolasi dengan bubble menonjol di bagian luar.
5. Silakan berkreasi :)

Wednesday, March 9, 2016

Sensory Play : Home Made Dough

Yak, sebenernya minggu ini gw belum memulai untuk melakukan sensory play Uwais. Berhubung masih banyak yang dikerjain dan gak beres-beres, sampai lupa terus mau beli bahan sensory playnya Mas U *pikun*

So, ini dia homemade play dough, bukan buatan gw tapi buatan kakak ipar hehehe. Beberapa waktu lalu Mas U dioleh-olehi play dough ini oleh mamanya (kakak ipar gw). Dan ternyataaaaaaaaa mas u jijik.
What????!!!
Gw udah coba beberapa kali nemenin mas U main play dough ini. Tapi si bebe malah mundur-mundur sambil muka jijik.

Sementara ini permainan play dough masih gagal dimainkan. Padahal Bunda udah semangat bikin macam-macam bentuk. Tapi anaknya malah melengos pergi.
Anyway....
I'm not alone really.
Banyak bayi yang ternyata jijik juga sama play dough hahahahaha.
So mommies, jangan sedih kalo anaknya gak mau pegang play doughnya.
Mari kita tawarin terus sampai si bebe mau. Yihaaaaa~

Saturday, February 27, 2016

Toddler Activity : Berkunjung ke Kebun Raya Bogor

6 bulan tinggal di Bogor akhirnya icip-icip ke Kebun Raya Bogor juga. Hihihi

Berbekal cemilan dan baju ganti, gw membawa Mas U ke Kebun Raya Bogor di hari Jumat. Hasilnya? Asiiiiik banget. Jumat pagi-pagi maaih sepi, mobil pun bisa masuk jadi bisa keliling kebun raya pake mobil. Taman-tamannya pun sepi. Gw memilih untuk main di taman di depan Garden Cafe.

Gak perlu membawa aneka mainan ke sini, cukup siapkan baju ganti saja karena Mas U sudah sangat senang berlari dengan bebas di rumput.

Disini ada burung dan capung yang masih beterbangan dengan rendah, cukup untuk menambah keseruan bermain.

Sayangnya, untuk masuk ke sini relatif mahal, 30.000 untuk kendaraan dan 14. 000 untuk orang dewasa. Buat gw yang main paling maksimal 2 jam sih mahal yaaa. Tapi sesekali boleh lah main kesini lagi, biar Mas U gak ketemu Mall melulu.

Monday, February 22, 2016

Sensory Play : Flubby Jelly

Selain menyiapkan sarapan, pagi ini gw juga "masak" permainan buat Mas U : Flubby Jelly!

Cara buatnya mudah banget, hanya memasak 2 liter air yg sudah dicampur dengan 1 bungkus jelly tanpa warna dan rasa. Setelah matang, pisahkan jelly ke beberapa wadah dan di beri warna.

Saat bermain, gw memasukan mainan mobil-mobilan Mas U, jadi dia tertarik untuk memegang jelly.

Ternyata Mas U mau langsung memegang jellynya, loh. Jelly ini bisa mulur, jadi dengan tekstur yg licin dan kenyal ada sensasi tersendiri. Mas U berusaha untuk mengambil tapi ternyata ketika dalam genggaman jelly akan meluncur jatuh. Seru banget deeeh.
Gak kerasa malah gw yang sibuk tarik-tarik jellynya hahahhaa *masa kecil kurang bahagia kali yee*

Nah, setelah bermain pun flubby jelly relatif lebih mudah dibersihkan dibandingkan dengan messy play. Jadi permainan ini cocok banget dan masih banyak lagi ide yang bisa dikembangkan dari flubby jelly.

Friday, February 12, 2016

Toddler Activity : Lactasari Mini Farm

Surprise Surprise! Ada yang jerit-jerit gemes pengen megang kelinci!

Ternyata Mas U senang ketemu hewan-hewan di mini farm ini. Dengan 60.000, mas U dikasih satu keranjang berisi dot susu, sayuran pokcay dan potongan wortel. Harga ini udah termasuk gratis satu kantong susu murni di pintu keluar.

Anak-anak seharusnya dikasih celemek lucu buat dress code. Sayangnya Mas U terlalu mungil buat celemek paling kecil. Huhuhu


Awalnya mas U masih ragu untuk kasih dot maupun suapin kambing, tapi setelah ngeliat Bunda nyuapin kambing, Mas U jadi tertarik juga. Semua sayuran dikasih ke kambing (padahal harusnya wortel buat kelinci), sampai mas U inisiatif ambil sayur dari keranjang anak sebelah, hahahaha.


Setelah puas main sama kambing (yang terus-terusan pengen dipegang sama Mas U), kami beralih ke kelinci. Disini Mas U heboh sampai jerit-jerit senang setiap megang moncong kelinci. Sampai Bunda takut kelincinya remuk dipegang Mas U. 


Selain ada kelinci dan kambing, sebenarnya ada sapi, domba, dan marmut. Tapi entah kenapa Mas U gak terlalu tertarik.


Alhamdulillah buat awal pengenalan ini udah bagussss banget. Mas U berani sama hewan-hewan ini, bahkan cenderung antusias. Lain kali kita jalan-jalan lagi ya Mas U.


Lactasari Mini Farm

Paris van Java

Bandung

Tiket masuk : 60.000 untuk anak + 1 pendamping