Monday, January 23, 2017

Part 3 : Umroh Ketika Hamil dan Membawa Batita

Siapa yang tidak ingin menginjakkan kaki di tanah suci untuk ber-Umroh?
Alhamdulillah tempo hari gw berkesempatan untuk merasakan nikmatnya hamil dengan membawa anak 2 tahun yang sedang aktif. Berikut ini beberapa catatan penting yang bisa dijadikan referensi sebelum berangkat.

Gw berangkat bersama rombongan keluarga, terdiri dari bumil (gw) dan suami beserta Mas U (2 tahun), busui (kakak ipar) beserta suami dan anak-anak (6 tahun, 4 tahun, 4 bulan), dan kedua mertua. Total rombongan kami adalah 10 orang, berangkat pada pertengahan Januari 2017 dengan suhu Medina 15*-20* sedangkan Mekkah 30* (jakarta sekirar 30*).

Daaan, ini dia beberapa catatan penting yang bisa disimak. Semoga bermanfaat :)

Sebelum Keberangkatan

1. Persiapan Fisik
Bumil
Jaga kondisi tubuh itu harus. Gw pribadi gak suntik meningitis (kartu kuning diurus pihak travel), ketika gw ke KKP-halim untuk vaksin, gw sudah membawa surat keterangan dari obgyn bahwa gw sedang hamil (hampir) 6 bulan sehingga gak bisa di vaksin. Info dari teman sebelumnya dengan surat tersebut dia bisa dapat kartu kuning, sayangnya ketika gw ajukan ternyata peraturan sudah berubah dan pihak KKP tidak mau mengeluarkan kartu kuning.
Selain itu, gw memutuskan untuk vaksin influenza bersama suami dan uwais. Berdasarkan obgyn dan beberapa jurnal yang gw baca, vaksin influenza boleh diberikan (bahkan dianjurkan di Amerika) kepada ibu hamil.
Catatan tambahan : kakak ipar gw yang lagi menyusui di vaksin meningitis tapi beda merk. Merk yang saat ini tersedia di KKP tidak boleh untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah 2 tahun. Dengan rentang pemberian vaksin 3 tahun. Jadi kakak ipar gw vaksin di klinik depan KKP (syarat dan ketentuan sama seperti di KKP) dengan merk berbeda yang rentang pemberian vaksinnya 2 tahun.

Batita
Ketika gw ke KKP, Mas Uwais saat itu berumur 23 bulan 21 hari. Kira-kira kurang 9 hari menuju 24 bulan/ 2 tahun. Jadi Mas U gak boleh vaksin dan gak mendapatkan kartu kuning. Mas U boleh vaksin untuk mendapatkan kartu kuning jika H+1 berumur 2 tahun. Sementara sejak H+1 usia Mas U hanya berjarak 5 hari sebelum berangkat (efektif vaksin bekerja adalah 2-3 minggu setelah vaksin). Jadi gw memutuskan untuk memvaksin Mas U di tempat lain, sekalian ulangan Campak (yang selalu tertunda karena Mas U belum dapat MMR) dan ulangan influenza.

Suami
Hanya suami yang bisa vaksin meningitis di KKP dan mendapatkan kartu kuning. Kemudian ditambah dengan vaksin influenza ditempat lain. Sebenarnya vaksin influenza bisa didapatkan di KKP juga. Sebaiknya memang vaksin combo meningitis-influenza agar sekalian.


Di Jakarta dan sekitarnya bisa vaksin di Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim  Perdana Kusuma (pindah ke daerah sekitar situ tapi masih di daerah Halim), dan di Pelabuhan Tanjung Priok. Sebaiknya datang sepagi mungkin dengan syarat membawa fotokopi paspor, fotokopi ktp, fotokopi kk, fotokopi akta dan uang sekitar 300rb untuk vaksin meningitis saja.

2. Persiapan Mental
Perjalanan Umroh kali ini gw benar-benar gak ngoyo. Gw niatkan untuk ke masjid setiap shalat fardu, ditambah tahajud dan dhuha jika bisa. Sayangnya gw gak bisa shalat 5 waktu di masjid. Gw harus memikirkan jam tidur Mas U yang berantakan (terjadi perbedaan waktu 4 jam lebih lama di Saudi daripada di Indonesia), jika Mas U lapar atau mengantuk maka dia akan usil buanget. Jadi gw memutuskan untuk tidak ke masjid untuk shalat Isya tapi jika memungkinkan gw akan tahajud di Masjid bersama Mas U. Hal ini bisa dibolak-balik sesuai kondisi lapangan saja. Begitu juga dengan shalat zuhur, terkadang Mas U sudah terlelap dan gw gak tega untuk membangunkan jadi gw memilih untuk shalat di Masjid Hotel (Hotel gw tepat di depan Masjidil Haram sehingga termasuk shalat di pelataran Masjid).

Gw dan suami juga bertekad untuk tetap memfasilitasi waktu bermain untuk Mas U agar ia tidak bosan, kenyataannya mainan yang gw bawa tidak terlalu membantu. Hanya hotwheels dan buku-buku saja yang akhirnya digunakan.

Sangat penting bagi pasangan untuk bekerjasama sebagai tim. Jangan sampai ibadah jadi terganggu karena hal-hal minor seperti drama berantem atau karena saling tunggu yang tidak jelas. Gw dan suami selalu menentukan tempat pertemuan dan harus menunggu disana dengan kondisi apapun. Pernah sekali kami menunggu agak lama, ternyata gw menunggu di lampu hijau berjarak 2 meter dengan suami. Alhamdulillah kami hanya tertawa ketika akhirnya bertemu kembali, hehehehe.
Selain itu, kami lebih sering untuk bertemu di restoran hotel/kamar hotel. Berhubung jarak hotel yang dekat daripada gw harus berdiri lama menunggu atau suami yang sambil menggendong Mas U.

3. Persiapan Travel
Pilihlah travel yang sudah kita kenal baik. Jelaskan apa saja yang dibutuhkan selama perjalanan. Jelaskan rombongan seperti apa yang akan dibawa. Serta jelaskan perjalanan seperti apa yang diinginkan.

Kami menjelaskan ke travel untuk memilih pesawat yang langsung ke Medina agar memotong satu rute perjalanan darat yang lumayan lama. Sebagai contoh, jika penerbangan ke Jeddah maka akan ada perjalanan darat Jeddah-Mekkah, Mekkah-Medina (dan di tambah Medina-Jeddah jika pesawat ada di Jeddah lagi). Sedangkan rute yang gw ambil adalah Medina-Mekkah dan Mekkah-Jeddah saja.

Selain itu sebisa mungkin menggunakan pesawat yang langsung tanpa transit. Bisa menggunakan Saudi Arabia Airlines atau Garuda Indonesia. Sayangnya, perjalanan berangkat kami harus transit di Abu Dhabi saat tengah malam selama 2.5 jam. Ini lumayan bermasalah untuk saya dan Mas U (sudah dibahas di Part 2). Sedangkan perjalanan pulang kami menggunakan Garuda Indonesia.

Mintalah penerbangan malam agar bisa beristirahat dengan baik. Jika terdiri dari bayi, balita, dan ibu hamil sebaiknya meminta kursi di belakang kamar mandi. Untuk bayi bisa mendapatkan basinet (selain di tempat ini bayi tidak akan mendapatkan basinet), untuk balita akan mendapatkan space yang lebih leluasa, namun kekurangannya sandaran tangan tidak bisa diangkat, sedangkan untuk ibu hamil bisa mendapatkan space lebih lebar agar kaki tidak bengkak.

4. Persiapan Lain
- Usahakan cek cuaca saat tiba agar mempersiapkan pakaian yang tepat. Gw pergi saat winter di Arab Saudi dimana winternya berbeda dengan Eropa yang dingin. Jadi carilah info seakurat mungkin sebelum berangkat. Ketika sampai, di Medina masih terasa dingin sedangkan di Mekkah seperti di Jakarta saja.

- Bawa pakaian seperlunya, apalagi ketika winter, baju tidak perlu banyak ganti. Namun tetap pastikan untuk menyisakan 1 set pakaian lebih untuk berjaga-jaga.

- Mas U awalnya sudah hampir beres toilet training, tapi daripada di Masjid malah pengen pipis atau pup akhirnya demi memudahkan kami sebagai ayah bundanya, gw memutuskan untuk memakaikan pospak lagi ke Mas U selama Umroh. Di Arab Saudi gak ada pospak model pants, jadi gw bawa pospak sendiri untuk menghindari ruam popok maupun rempong cari pospak.

- Makanan, cemilan, dan susu untuk Mas U. Disana bakal banyak makanan, tapiiii terkadang namanya anak-anak maunya makan makanan kesukaan jadi gw tetap membawa secukupnya. Paling tidak untuk 1 hari setelah sampai dan pindah kota.

- Jangan sepelekan obat-obatan, walaupun disana banyak apotek tapi lebih baik kita siap sedia karena obat kan cocok-cocokan. Alhamdulillah gw gak pakai sama sekali kecuali vitamin dan obat penguat rahim dari dokter.

- Gw gak bawa stroller, berhubung hotel dekat dan sepertinya jarang jalan-jalan (kalaupun city tour akan ke masjid yang gak boleh bawa stroller masuk atau ke gunung dan kebun kurma yang gak cocok pake stroller). Kalau ke Mall ya jalan aja. Paling jalan-jalannya juga dua jam. Yang kepake banget adalah gendongan (i love you full Ergobaby), kepake saat tawaf dan kadang shalat juga Mas U digendong.

- Iketan anak. Dalam kasus ini Mas U pakai tas Little Life yang ada iketannya. Jadi bisa sekalian taro pospak dan mainannya di dalam tas.

- Surat keterangan dokter (beserta hasil USG). Surat ini gak diminta sih, kayaknya karena hamil gw gak keliatan hahahaha. Tapi lebih baik persiapkan, surat hanya berlaku 3 hari, jadi siapkan semepet mungkin dengan waktu keberangkatan.

- Mainan lama dan mainan baru. Ada masanya anak akan bosan dengan mainan miliknya (karena biasanya hanya membawa sedikit mainan saja), jadi ketika disaat yang genting (baca : anak rewel), keluarkan mainan baru satu persatu. Cara ini cukup berhasil walaupun pada akhirnya Mas U lebih tertarik dengan buku dan hotwheels saja.

- Berdamai dengan keadaan. Dalam situasi gw, bepergian bersama sepupu-sepupunya membuat Mas U lebih ingin main daripada makan dan tidur. Jadi gw harus mematahkan beberapa peraturan demi anak makan dan tidur. Seperti misalnya Mas U boleh nonton youtube sambil makan (kalau gak, dia akan lari ke meja sepupunya dan mengganggu waktu makan sepupunya. Alhasil gak ada yang selesai makannya).

- Bawa beberapa tempat makan (kecil dan besar) dan tempat minum, serta sendok. Namanya anak-anak mereka gak akan sabar menunggu waktu makan. Apalagi disaat bepergian, lebih baik mereka selalu kenyang daripada lapar dan cranky. Jadi gw membawa 2 makanan besar (buat gw dan Mas U, maklum bumil suka laper) dan 2 tempat makan kecil untuk snack. Ambil beberapa makanan yang disukai di restoran hotel, jadi tidak perlu memikirkan jajan lagi, berhubung tenaga Bunda pun terbatas. Tempat minum digunakan untuk mengambil air zamzam, sayang kan masak sudah sampai Medina-Mekkah minumnya air mineral biasa?
Selain itu, sediakan zipper bag ukuran kecil. Jika makanan yang disimpan tidak habis, bisa disedekahkan hari itu juga ke yang membutuhkan.

- Siapkan dalam koper kabin 1 set perlengkapan esensial dan pakaian. Kita tidak tau bagaimana kondisi disana, bisa jadi koper kita terlambat datang atau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan sampai menjadi halangan karena anak tidak bisa menunggu lama untuk eror semacam ini.

Saat Perjalanan

1. Fisik
Bumil
Kenali tanda bahaya, saat ini bukan hanya ibu yang beribadah namun juga janin di dalam perut. Ada nyawa yang bergantung pada ibu disana. Mungkin ibu akan merasa tidak lelah dan bersemangat, namun kondisi janin bisa sebaliknya. Oleh sebab itu, lebih baik tidak memaksakan diri dan memprioritaskan yang esensial saja.

Batita
Tetap penuhi waktu main, istirahat dan makannya. Usahakan tidur tepat waktu dan sesuai porsi seperti di Indonesia. Makan dengan gizi yang tetap baik agar tidak mudah sakit. Serta anak tetap bahagia walau dalam masa perjalanan.

Suami
Sebenarnya disini tugas suami lah yang akan paling berat karena bertugas untuk menjaga bumil, janin, dan anak. Suami harus pengertian untuk tetap mengerjakan yang prioritas saja, alhamdulillah suami gw gak neko-neko. Malah gw yang terkadang memyuruh dia jalan-jalan daripada di kamar aja.

2. Mental
Saling memahami, mengingatkan dan menjaga. Jangan sampai berantem dengan pasangan karena hal yang gak penting.

3. Persiapan Lain
- Buatlah daftar orang yang akan dibelikan oleh-oleh. Pilih oleh-oleh yang tidak memberatkan namun berarti.

- Siapkan uang cash berupa rupiah maupun kartu debit. Disana sangat mudah mendapatkan ATM dan money changer. Walaupun demikian, sebaiknya tetap mempunyai pegangan uang SR.

- Kursi roda bisa menyewa dibagian luar depan Zamzam Tower. Disini penyewaannya untuk tawaf dan sa'i harga SR 250 sedangkan untuk Sa'i saja SR150. Tetapi jika di dalam Masjid ada penyewaan, untuk sa'i saja bisa ditawar sampai SR75. Sebaiknya cek dulu ke hotel apakah menyediakan peminjaman kursi roda. Selain itu bisa juga tanyakan ke travel apakah bersedia membawakan kursi roda dari indonesia.

Part 1 Dari Indonesia ke Medina
Part 2 Mekkah sampai ke Indonesia


Part 2 : Umroh Ketika Hamil dan Membawa Batita

Cerita Umroh ini berlanjut dari Part 1 ya. Part 2 berisi perjalanan di Mekkah sampai kembali ke Indonesia.

Mekkah

Rombongan kami berisi 10 orang keluarga (termasuk balita-batita-bayi) dan hotel pun terpisah dengan rombongan lain. Oleh sebab itu, kami memutuskan untuk memisahkan diri sejak awal agar tidak memberatkan rombongan lain. Ini salah satu pengalaman Umroh yang lalu ketika gw hamil Mas U dan umroh bersama suami. Pada akhirnya kami terpisah karena gw harus pake kursi roda saat Sa'i.


Mengingat kondisi gw yang pasti tidak seprima saat tidak hamil, gw memutuskan membawa kursi roda sendiri untuk ber-Umroh. Tapi akhirnya kursi roda disiapkan oleh travel (yang akhirnya gak kepake karena kursi roda kebawa ke hotel satu lagi). Gw dan suami mencari kursi roda sewaan dari hotel, sayangnya karena hotel sedang peak season maka kursi roda pun habis dipinjam. Salah seorang pengunjung menyarankan untuk menyewa di depan hotel sebelum pintu masuk Masjid.
Lokasi penyewaan pun didapat, ternyata posisinya ada di depan Zamzam Tower, sementara gw menginap di sebelahnya, Safwah Tower. Penyewaan cukup mahal, sekitar SR 250 untuk keseluruhan Umroh (tawaf dan sa'i), sedangkan untuk Sa'i saja SR 150. Gw mencoba masuk ke Zamzam Tower ternyata di satpam gw melihat kursi roda nganggur. Dengan bahasa seadanya, kami berhasil meminjam kursi roda gratis dari pak satpam, Alhamdulillah.

Umroh baru di mulai ketika jam sudah menunjukkan lewat 12 tengah malam. Gw dan Mas U duduk di kursi roda sedangkan suami yang mendorong. Kami terpisah dengan rombongan karena jalur kursi roda berada di lantai 1, sedangkan rombongan keluarga akan tawaf di pelataran Ka'bah dengan pertimbangan lebih cepat selesai (kalau di lantai 1 lebih memutar jauh. Sebagai perbandingan, di pelataran membutuhkan waktu 25 menit untuk tawaf sedangkan di lantai 1 sekitar 55 menit).

Alhamdulillah suami gw sabaaaaar banget mendorong kursi roda yang pasti berat. Gw sering mendengar nafasnya yang ngos-ngosan dengan bibir kering pecah-pecah. Tapi beliau sama sekali gak mengeluh loh. Terharu banget gak sih? Huhuhu.
Sementara Mas U langsung tidur pulas dipangkuan gw sejak putaran pertama sampai putaran ke tujuh. Pada putaran terakhir, rombongan keluarga sudah menunggu di tempat yang sudah disepakati sementara kami menyelesaikan tawaf kami. Kami menutup rentetan tawaf dengan shalat di belakang maqam ibrahim dan meminum air zamzam. Lalu dilanjutkan dengan beristirahat dan shalat tahajud sebelum menyelesaikan Sa'i.

Saat Sa'i, kami menyewa satu kursi roda lagi untuk anak-anak. Gw dan Mas U menggunakan kursi roda sewaan yang didorong oleh mas-mas super energic untuk menyelesaikan Sa'i gw secepat kilat. Sementara sepupu-sepupu Mas U tertidur di kursi roda pinjaman yang didorong kakak ipar gw. Mas U pun tertidur saat Sa'i, sampai akhirnya gw mau tidak mau harus menggendongnya ke pinggir area karena Sa'i gw sudah selesai sementara suami dan keluarga baru menyelesaikan Sa'i keempat mereka. Kebayang kan betapa cepatnya si mas-mas sonic mendorong kursi roda gw? Hahaha.
Anyway, seingat gw ini gak terlalu seram dibandingkan ketika dulu gw didorong di kursi roda saat Sa'i. Mungkin dulu gw gak nyangka kalo si mas-mas pendorong bakal lari ngebut selama Sa'i sedangkan sekarang gw udah siap mental bakal didorong sama the flash yang nyamar pake sorban.

Hampir jam 4 pagi dan Umroh kami alhamdulillah telah selesai. Rasanya kami tidak sanggup untuk menunggu waktu subuh (5.45) di Masjid sehingga memutuskan untuk pulang dan bersih-bersih di hotel. Setelah mandi, gw, suami dan Mas U baru ke Masjid untuk shalat subuh kemudian kembali ke hotel untuk sarapan dan memulai hibernasi agar tenaga pulih kembali.

Selama di Mekkah gw juga gak jalan-jalan. Gw gak ikut city tour karena masih ada satu lagi perjalanan jauh dari Mekkah-Jeddah-Jakarta bahkan sampai ke Bogor untuk sampai rumah. Tapi walaupun demikian, kali ini gw sempatkan untuk jalan ke belakang Hilton demi merasakan Al-Baik yang fenomenal itu, hahaha. Tips dari gw, datanglah berdua dengan istri karena antrian untuk wanita jauh lebih beradab daripada antrian untuk laki-laki. Selain itu, jangan datang menjelang adzan karena sudah habissss.

Selama 4 hari di Mekkah, alhamdulillah paling tidak gw bisa tawaf sehari sekali. Hanya saat Umroh saja gw tawaf pake kursi roda, sisanya gw ke pelataran Ka'bah untuk tawaf. Gw memilih waktu tahajud untuk tawaf, sebagai pertimbangan gak terlalu panas walaupun tetap penuh. Tapi masak sih udah sampai di depan Ka'bah gak kepengen tawaf pake kaki sendiri? Sempat terbersit untuk shalat ke Hijr Ismail, sayangnya gw tawaf selalu mepet waktu subuh sehingga Hijr Ismail sudah dibersihkan dan dikosongkan. Sempat juga ingin berdoa di depan Multazam, Alhamdulillah kesampean setelah tawaf wadha. Untuk mencium Hajar Aswad sih kepengen, tapi gw tau diri kok hehehe. Alhamdulillah sebelumnya sudah pernah, insyaAllah dikesempatan Umroh/Haji berikutnya yang lebih lapang bisa terlaksana lagi. Aamiin.

Gw juga menyempatkan diri jalan-jalan di Mall terdekat dan ke Bin Daud (waktu di Medina bahkan gw gak mau ke Bin Daud saking khawatir capek). Lumayan bisa kasih oleh-oleh gak seberapa untuk orang terdekat :)

Jeddah

Hari keempat kami tutup dengan perjalanan ke Jeddah. Seperti biasa di Jeddah berkunjung ke Corniche (gw gak turun tapi kakak gw sempet lari-lari ke Al-Baik lagi dan sayangnya menjelang adzan. Jadi gak dapet deh) dan singgah di Masjid Terapung untuk shalat dan makan. Selanjutnya kami langsung ke bandara dan menghabiskan waktu hampir 5 jam menunggu bersama balita-batita-bayi yang kelebihan energi.

Buntutnya, Mas U tidur malam di pesawat sebelum makanan pesawat diberikan. Alhasil, sepanjang perjalanan Mas U terbangun dan menangis berkali-kali sampai pramugari pun ikut bolak-balik menanyakan, huhuhu.
Kesalahan gw adalah gak nyuapin Mas U sebelum naik pesawat, jadi dia tidur dalam kondisi lapar. Mas U mau tidur nyenyak setelah gw paksa makan 5 suap menjelang subuh.

Jakarta

Tidak ada cerita berarti sesampainya di Soekarno-Hatta. Imigrasi pun kami lalui dengan cepat tanpa mengantri. Koper kami serahkan ke pihak travel untuk diantar ke rumah. Gak terbayang harus menunggu koper-koper lagi dan pulang dengan menarik koper bersama balita-batita-bayi kecapean dan kepanasan dengan Uber.

Alhamdulillah, secara keseluruhan perjalanan kami selesai. Kami pulang dengan keadaan sehat dan tanpa kekurangan apapun. Perjalanan jauh lebih mudah dibandingkan dengan apa yang gw pikirkan. Dan kami mendapat banyak kemudahan selama disana. Mulai dari hotel yang sangat dekat, orang-orang yang ramah (tidak jarang Mas U tiba-tiba dicium dan diberi permen maupun uang), dan kemudahan lainnya yang tidak terduga.


Part 1 Indonesia hingga Medina

Part 3 Tips and Tricks

Part 1 : Umroh Ketika Hamil dan Membawa Batita

Setelah sekian lama akhirnya mengisi blog lagi, horeeeeee.
Kali ini gw akan bercerita tentang pengalaman umroh ketika hamil 6 bulan sambil membawa batita.
Apaaaa, hamil?
Yup, saat ini gw lagi hamil 6 bulan++ makanya lagi males banget untuk mengisi blog (alasan sih, hahaha).

Semua berawal dari pertengahan desember 2016 dimana mertua gw pengen banget jalan-jalan lengkap sekeluarga, komplit dengan bumil dan busui yang satu paket sama bayi 3 bulan. Awalnya kami akan ke Turki, tapi karena satu dan lain hal tujuan pun berganti menjadi umroh.

Wooowww, siapa yang menolak diajak umroh? Gw yang saat itu lagi hamil aja udah langsung degdegkan bahagia.
Kok berani sih Umroh saat hamil? Berhubung gw sudah pernah Umroh saat hamil Mas U (saat itu hamil 6 minggu), jadi gw merasa tantangannya justru saat membawa Mas U yang sedang aktif daripada membawa bumil. Karena suami setuju dan gw pun insyaAllah merasa mampu, maka kami pun memantapkan hati untuk ber-Umroh.
Singkat cerita kami memutuskan untuk berangkat pertengahan januari 2017 dengan travel langganan. Berbagai persiapan gw lakukan, mulai dari persiapan membawa batita 2 tahun yang lagi aktif-aktifnya. Persiapan bawa bumil yg akan aktifitas padat, perjalanan panjang menggunakan pesawat dan jalur darat dan lainnya. Hingga persiapan mental bersama suami untuk tetap bekerjasama no drama selama umroh. (Tips akan gw bahas di Part 3, ya)

Perjalanan dimulai di bandara Soekarno-Hatta menuju Medina dengan transit di Abu Dhabi menggunakan Etihad. Rombongan kami terdiri dari bumil (gw) bersama suami dan anak 2 tahun, busui (kakak ipar) bersama suami dan ketiga anaknya (6 tahun, 4 tahun, dan 4 bulan), serta kedua mertua. Tantangan pertama dimulai ketika pesawat kami take off jam 6 sore dimana anak-anak diprediksi masih dalam keadaan segar, bugar, bertenaga dan berkumpul bersama sepupu-sepupunya. Gw dan kakak ipar sepakat waktu tidur siang anak-anak akan dipercepat yaitu sebelum zuhur. Sayangnya, rencana gw gagal karena Mas U keburu ngantuk jam 9 dan baru bangun hampir jam 11 siang, huhuhu. Akhirnya dengan berat hati gw mencoba membuat Mas U gak tidur siang lagi biar tidur langsung di pesawat.

Sebelum naik pesawat, gw sudah menyuapi Mas U dan mengganti pospak serta bajunya. Sehingga nanti dia dalam kondisi kenyang dan bersih siap untuk bobo ganteng di pesawat. Alhamdulillah, sesuai dengan rencana, Mas U anteng di pesawat. Bahkan mainan yang gw siapkan gak terlalu berpengaruh karena dia lebih memilih nonton sebentar kemudian bablas tidur sampai di Abu dhabi. Keseruan baru dimulai ketika di pesawat menuju Medina dimana menjelang jam 3 pagi dan Mas U lagi ngantuk-ngantuknya memilih untuk tidur sambil dipeluk padahal sebentar lagi pesawat akan landing. Seorang pramugari sampai bolak-balik mengingatkan untuk mendudukan Mas U di kursinya karena pesawat benar-benar segera mendarat. Akhirnya tangisan Mas U pun pecah seiring pesawat yang mendarat. Dramatis ya?

Medina

Alhamdulillah, sesampainya di darat tidak ada kejadian yang terlalu heboh. Kami melewati imigrasi setelah hampir 2 jam, itu pun akhirnya ada petugas yang mendatangi kami untuk melewati bagian prioritas. Tak terbayangkan harus melewati imigrasi tanpa prioritas dengan membawa balita-batita-bayi yang sudah kelelahan dan bosan menunggu.

Gw sampai di hotel jam 6 pagi dimana jamaah shalat subuh sudah bergegas kembali ke hotel (subuh 05.45). Setelah mandi dan bersih-bersih, gw membawa Mas U untuk sarapan dan kemudian istirahat seharian.

Sebelum berangkat, gw dan suami sepakat bahwa Mas U akan dibawa ke Masjid oleh Ayahnya berhubung gw dalam kondisi hamil yang tidak diperkenankan untuk menggendong Mas U sama sekali. Jadi gw mempersiapkan beberapa buku dan mainan yang bisa menjadi teman main selama Ayahnya ibadah. Gw beranggapan bahwa kebutuhan bermain dan istirahat anak harus tetap dipenuhi agar anak merasa perjalanan ibadah seperti Umroh ini menarik dan asik.

Selama di Medina gw gak jalan-jalan. Hanya sekitar Masjid dan Hotel dimana jaraknya hanya 100m, alhamdulillah sangat dimudahkan sehingga gw bisa maksimal ibadah (dengan takaran membawa anak dan sedang hamil loh, ya). Gw sempat ikut city tour walaupun untuk ke tempat seperti Gunung Uhud gw hanya di bis. Sedangkan untuk kunjungan ke Masjid-masjid gw berusaha untuk tetap turun dan shalat. Selain itu gw gak pergi-pergi mengingat perjalanan Umroh sesungguhnya baru akan dimulai ketika di Mekkah. Lebih baik berhati-hati daripada menyesalkan?

Pada hari ketiga di Medina gw dan rombongan bersiap perjalanan menuju Mekkah menggunakan bis. Selama perjalanan gw cukup shock karena tiba-tiba mimisan. Gw bukan tipe yang gampang mimisan, hanya 2x seumur hidup gw mimisan : pertama saat 2 hari setelah pulang Umroh ketika hamil Mas U, dan kedua ketika akan Umroh saat hamil 6 bulan. Panik-gak panik sih, tapi setelah gw pikir mungkin karena kecapean (bagaimanapun gw habis menempuh perjalanan panjang) perubahan suhu drastis (Medina saat itu 15*-20* sedangkan Mekkah 30*), dan gw mengurangi minum demi mengurangi rempong ke kamar mandi karena perjalanan darat lebih dari 6 jam (maklum udah mulai beser hahaha).

Sesampainya di Mekkah, alhamdulillah mimisan sudah berhenti jadi kami langsung beberes dan makan malam sebelum memulai Umroh.
Cerita berlanjut ke Part 2 ya :)

Part 2 Mekkah hingga sampai ke Indonesia
Part 3 Tips and Trick


Saturday, October 15, 2016

Recipe : Roasted Chicken Oldbay

Dari jaman suka liat-liat resep pas kuliah udah penasaran banget sama Oldbay yg konon rasanya enak ini. Tapi sayangnya gak pernah nemu di supermarket indonesia. Alhamdulillah akhirnya sekarang kesampean setelah berhasil nitip si "bumbu dewa" dari US.

Untuk resep seperti ini biasanya gw marinate ayam sehari sebelumnya agar bumbu meresap sempurna. Ayamnya di panggang dengan api kecil dalam aluminium foil biar hasilnya juicy di dalam. Terus kalo udah matang, dikeluarkan dari aluminium foil dan bagian kulitnya dipanggang di pan pake api besar agar crispy.
Sisa kuah panggangnya bisa dikentalin buat sausnya. Nyaaam.

Yang membuat terharu, Mas U lagi susah banget makan gara-gara batuk pilek. Semalam sampai demam tinggi dan seharian cuma masuk beberapa sendok saja. Ternyata dia malah minta ayam ini (yang awalnya gw kira pedas) dan mau makan setengah lebih ayam. Emang paling bahagia itu kalau sudah capek masak (dan beberes) terus pada lahappp makannya.

Nah ini dia resepnya, ya.

Bahan
6 potong paha ayam
2 sdm air lemon
2 sdm oldbay original
1 sdt garam
1/2 sdt blackpepper
6 siung bawang putih, memarkan
1 buah bawang bombai, potong besar
3 sdm minyak zaitun
Aluminium Foil

Cara Membuat
1. Bersihkan paha ayam, lumuri dengan air lemon. Biarkan meresap, tunggu 5 menit.
2. Campur oldbay, garam dan blackpepper pada wadah hingga rata. Lumuri pada ayam.
3. Susun ayam pada lembaran aluminium foil di atas loyang. Masukkan bawang putih dan bawang bombai, jangan lupa selipkan di antara ayam dan bagian bawah. Lumuri dengan minyak zaitun.
4. Masukkan kulkas minimal 1 jam agar bumbu meresap (semakin lama semakin bagus)
5. Pastikan aluminium foil tertutup sempurna agar bumbu tidak bocor. Panggang dalam 180 derajat celcius selama 40 menit.
6. Setelah matang, keluarkan ayam dari aluminium foil, panggang pada pan dengan api besar, hidangkan.
7. Sisa kuah bumbu di panaskan, beri tepung maizena yang sudah dilarutkan dengan air.

Sebagai alternatif, bisa juga memasukkan kentang, wortel, dan buncis yang sudah dipotong-potong dalam aluminium foil ayam. Jadi masak one-pan roasted chicken deh.

Monday, October 3, 2016

Recipe : Mie Aceh Seafood

Olahan mie termasuk favorit di keluarga gw. Salah satu yang mudah dibuat adalah mie aceh ini. Selain kaya akan rempah, mie aceh juga menggugah selera dengan pedasnya yang mantab. Biasanya gw akan masak mie aceh untuk makan malam. Tapi sepertinya mie aceh untuk siang hari juga gak masalah kok, apalagi didukung oleh hujan.

Bumbu halus :
6 butir bawang merah
6 siung bawang putih
2 batang serai, ambil putihnya
2 ruas jari lengkuas
1 ruas jari jahe
3 buah cabe merah keriting
1 sdm air asam
2 sdm bubuk kari
1 sdt kaldu non-msg

Bahan lainnya :
500 ml kaldu udang
1/2 butir bawang bombai
4 buah cabe rawit
2 lembar daun jeruk
6 buah udang kupas
1 buah cumi, potong sesuai selera
1 buah tomat, potong 4
3 sdm minyak zaitun
Mie basah (gw pake mie cap 2 telor, 1.5 buah)

Pelengkap Acar :
5 buah bawang merah, potong besar
5 buah cabe rawit, potong besar
1 buah timun, potong dadu
2 sdm cuka
2 sdm gula
garam

daun bawang, rajang halus
Bawang merah goreng
Emping
Jeruk nipis potong

Cara Membuat :
1. Siapkan acar dalam satu mangkuk. Campur semua bumbu, dan simpan di kulkas.
2. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan bawang bombai, cabe rawit, tomat dan daun jeruk. Tumis hingga layu.
3. Masukkan udang dan cumi. Tumis hingga matang. Angkat udang dan cumi agar tetap empuk.
4. Masukkan kaldu udang. Masak selama 5 menit agar tercampur sempurna.
6. Masukkan mie basah, toge dan kol. Biarkan hingga matang.
7. Masukan cumi dan udang yang telah matang. Taburi dengan daun bawang dan bawang goreng.

Resep untuk 2 orang.

Jika suka pedas, bisa tambahkan cabe agar lebih maknyus. Resep ini bisa diganti dengan menggunakan daging kambing maupun sapi, loh.
Tips dari gw, buatlah acar sehari sebelumnya agar lebih enak dan meresap. Kunci agar mie ini lebih terasa nikmat adalah dengan menggunakan bumbu yang banyak. Jangan ragu untuk menambahkan bumbu agar kuah menjadi kental dan meresap dalam mie. Selamat mencoba :)

Thursday, September 29, 2016

Toddler Activity : Jenis Buku untuk Anak

Buku-buku yang dimiliki Mas U kebanyakan boardbook dengan tema beragam. Beberapa contoh jenis buku misalnya seperti berikut ini :

1. Board Book
Buku Kereta Sesame Streets ini favorit Mas U. Hampir setiap malam menjadi pilihan untuk dibaca. Kanan-kiri buku bisa dibuka sehingga buku lebih panjang. Tentu saja banyak jenis board book lain yang gak kalah menarik. Silakan hunting aneka board book legendaris misalnya seperti Goodnight Moon ataupun The Very Hungry Caterpilar.


2. Music Book
Perpaduan antara Boardbook dengan aneka bunyi ini juga dapat membuat anak semakin tertarik dengan buku. Buku favorit Mas U adalah music book dengan boneka beruang ditengahnya. Selain terdapat suara dari binatang, hand puppet dibagian tengah bisa digunakan selama bercerita. Music Book ini banyak sekali pilihannya. Mas U juga suka sekali dengan buku mobil dan aneka binatangnya.


3. Pop-up Book
Berbeda dengan board book yang memiliki kertas tebal, aman dari keisengan anak, Pop-up Book mempunyai kertas tipis dengan potongan lebih banyak sehingga terlihat seperti 3D. Robo-Pup ini adalah favorit Mas U sepanjang masa. Walaupun baca buku ini harus dengan pengawasan extra karena buku rawan robek.


4. Touch and Feel Book
Salah satu varian board book yang menarik adalah buku touch and feel dimana anak bisa merasakan tekstur sesuai tema. Salah satu buku milik Mas U ini bercerita tentang binatang malam, dimana Mas U bisa meraba bulu mereka sambil mendengarkan suara. Menarik bukan? Buku seperti ini dapat merangsang motorik anak, loh.


5. Activity Book
Buku ini terdiri dari beberapa macam aktivitas untuk mengajarkan anak. Misalnya buku goodnight bear milik Mas U ini. Mas U akan diajarkan untuk memiliki rutinitas sebelum tidur seperti minum susu, sikat gigi, mandi, dan berdoa.


6. Baby Book
Ini adalah buku paling awal yang dimiliki Mas U. Buku berupa kain dan gigit-gigitan karet yang bisa dimainkan sedari lahir.


7. Paper Book

Ini jenis buku paling lazim. Terbuat dari lembaran kertas tipis seperti Artpaper. Tentu saja buku ini membutuhkan pengawalan ekstra selama dibaca.



Sebenarnya masih banyak lagi jenis buku yang saat ini beredar. Tentu saja kualitas bukunya pun beragam, terlebih lagi saat ini banyak digalakkan program untuk mencintai buku, misalnya 1000 buku sebelum 5 tahun. Gw juga pernah dapat paket buku dan cd dari KPK yang memang mengeluarkan paket ini secara cuma-cuma. Tujuannya selain menanamkan kecintaan terhadap buku, tapi juga mengajarkan akan kejujuran sejak dini.

Sila mencari buku-buku menarik untuk anak, ya :)



Toddler Activity : Tips Agar Anak Menyukai Buku

Mas U termasuk yang menyukai buku. Membaca buku adalah salah satu kegiatan rutin sebelum tidur, selain waktu-waktu lain seperti ketika di perjalanan maupun pilihan main pagi.

Jadi jangan heran kalau menemukan buku-buku Mas U tersebar di rumah Uti, rumah Neni, maupun di mobil. Soalnya ini salah satu cara agar Mas U mau duduk anteng di mobil.

Banyak yang menanyakan bagaimana cara agar anak bisa menyukai buku. Berikut ini gw akan memberikan tips agar anak menjadi suka buku :

1. Mulailah dengan diri sendiri. Jika Bunda yang mengajarkan saja tidak suka buku, gimana anak akan suka?

2. Belajar story telling. Anak belum bisa membaca, jadi menceritakan dengan baik tentu saja akan menaikan minat membaca anak. Tidak perlu membaca cerita sesuai dengan tulisan dibuku. Bahkan, ada beberapa buku anak justru minim tulisan namun kaya akan gambar.

3. Carilah buku dengan gambar dan warna yang menarik. Saat pertama kali mengenal buku, anak tidak akan mengerti apa itu cerita dalam buku. Maka hal terpenting lainnya adalah kualitas ilustrasi dan pemilihan warna buku.

4. Jauhi screen! Mulai dari hp, tv, tablet apapun itu. Berikan buku sebagai alternatif karena screen pasti akan lebih menarik secara warna dan gerak.

5. Carilah buku yang menarik. Saat ini banyak sekali buku-buku menarik untuk anak. Memang harganya pun tidak murah, namun gw pribadi lebih menyukai untuk membeli buku dibandingkan memberikan mainan mahal. Di post selanjutnya gw akan berbagi jenis-jenis buku yang menarik untuk diberikan pada anak, bahkan sejak bayi.

6. Buat rutinitas. Untuk kasus Mas U, rutinitas pasti membaca buku adalah sebelum tidur. Mas U boleh memilih buku apa yang akan dibaca. Di luar itu, tentu saja Mas U boleh membaca buku sesukanya. Di usianya yang baru 20 bulan, Mas U sudah punya buku-buku favorit untuk dibaca, loh.

7. Mulailah sedini mungkin. Saat ini mudah sekali mendapatkan buku-buku berkualitas bagus di indonesia. Apalagi dengan adanya event pameran buku yang semakin marak. Jadi jangan jadi alasan kalau mencari buku bagus itu susah ya.

8. Luangkan waktu untuk ke toko buku. Jika ada waktu kosong, misalnya menunggu Ayah yang sedang bertemu Client di Mall, gw akan mengajak Mas U ke toko buku. Dia dapat menghabiskan waktu lama untuk melihat-lihat buku disana. Terkadang kami harus menggendong paksa karena Mas U masih mau main di toko buku.

Sekian tips dari gw. Semoga minat baca anak gak berhenti sampai usia muda, tapi terus meningkat karena buku adalah jendela ilmu :)

Wednesday, September 21, 2016

Snack : Bakwan Jagung

Bogor hujan~ nyemilin bakwan jagung hangat pakai cengek rasanya endeus.

Dulu waktu SD gw pernah ikut lomba masak di sekolah. Entah apa main dish-nya tapi side dish-nya si bakwan jagung ini. Resep dari mama selalu pakai udang yang dipotong kecil-kecil biar rasanya maknyus. Waktu lomba ternyata udangnya ketinggalan di rumah sampai akhirnya mama yang antar ke sekolah demi 3 sendok udang.

Bakwan jagung ini cocok buat finger food. Sekali gigitan sudah ada jagung + udang + wortel. Minumnya pakai sari kacang ijo deh biar gizi lengkap 4 bintang.

Nah, siang ini Mas U mogok makan tapi mau makan bakwan jagung hampir 3 buah. Jadi ya gak masalah deeeh, insyaAllah gizi tetep masuk.

Bakwan Jagung :
1 buah jagung manis, pipil dengan pisau 2x
1 buah wortel, serut kasar
2 batang daun bawang, rajang halus
3 sdm udang kupas, rajang halus
2 sdm tepung serba guna
2 butir telur ayam kampung
1 sdt kaldu bubuk non-msg
1 sdt bawang putih bubuk
Garam
Merica
Minyak kelapa untuk menggoreng

Tambahan :
Cabe rawit hijau
Saos bangkok

Cara membuat :
1. Campurkan semua bahan, aduk rata.
2. Siapkan wajan datar, panaskan minyak.
3. Masukkan 1 sendok adonan, tipiskan.
4. Goreng hingga kecoklatan, tiriskan.

Tips :
1. Masukkan adonan hanya jika minyak sudah panas agar bakwan tidak menyerap minyak banyak.
2. Gunakan tisu serap minyak agar penyerapan lebih maksimal.
3. Goreng secukupnya karena jika dihangatkan tidak enak.

Selamat mencoba :)

Toddler Activity : Bermain Air

Anak mana yang gak suka main air ayo mengaku?

Mas U senang sekali main air. Menurut gw, gak masalah bermain air atau bermain hujan asalkan dalam aturan orang tua. Dalam kasus ini, gw punya beberapa pertimbangan untuk mengizinkan Mas U bermain air atau hujan :

1. Main dengan pengawasan.
Namanya anak-anak tetap aja butuh pengawasan ya. Apalagi jika berhubungan dengan hal-hal seperti air yang bisa berbahaya. Jangan biarkan anak bermain sendiri bahkan ketika kita harus tinggal semenit pun.

2. Dalam kondisi sehat.
Kalau sedang batuk pilek apalagi demam tentu saja mainnya ditunda dulu. Jangan sampai niatnya agar anak senang tapi malah bikin tambah sakit.

3. Sudah mempersiapkan peralatan setelah bermain.
Misalnya handuk, baju ganti, penghangat (gw biasanya pake minyak kayu putih atau YLO lemongrass), dan sabun untuk mandi. Jadi anak terhindar dari kedinginan karena menunggu untuk dibersihkan.

4. Perjanjian
Nah, woro-woro ini penting. Mas U selalu dikasih penjelasan dia boleh bermain air jika ... (penjelasan di atas). Diharapkan anak akan mengerti jika tidak dalam kondisi ideal maka dia tidak akan meminta. Selain itu, berikan pengertian batasan waktu. Misalnya

"kita bermain hanya 10 menit ya, mas"

Setelah 5 menit berlalu, anak akan diingatkan, "oke, 5 menit lagi selesai nak"
Jadi anak tidak kaget karena permainan sudah selesai. Hal ini juga bisa mengurangi efek tantrum karena belum puas bermain. Walaupun dalam kasus Mas U kadang cara ini berhasil, kadang gak. Namanya juga anak-anak :D

Permainan air ini bisa di dalam atau luar ruangan. Misalnya Mas U diizinkan untuk main air sambil membantu ayah membersihkan mobil. Mas U gak sekedar semprot kesana dan kesini aja, tapi dia akan dengan antusias menyemprot mobil sambil bertanya macam-macam. Aktivitas sederhana bisa jadi sarat makna, kan? :)

Tuesday, September 13, 2016

Recipe : Sate Lilit dan Nasi Kuning

Waktu lomba 17-an kemarin di bazaar ada yang jual nasi kuning lengkap dengan sate lilitnya. Gw jadi teringat dan tertarik untuk membuat. Jadi kali ini eksekusi sate lilit untuk menetralisasi sate kambing kemarin setelah iedul adha hihi.

Sate Lilit
Bahan :
250 gr daging ikan tenggiri cincang
250 gr daging ayam cincang
40 batang sereh, buang kulit bagian luarnya (gw pakai tusuk biasa)
80 gr kelapa parut (kelapa agak muda)
1 batang sereh, geprek
2 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk purut, sobek
minyak zaitun untuk menumis bumbu
1 lembar daun pisang

Bumbu halus :
2 buah cabe merah keriting
10 butir bawang merah
6 siung bawang putih
3 butir kemiri
1 cm kunyit, iris tipis
1 cm kencur
1 ruas lengkuas, iris tipis
1 sdt terasi
3 lembar daun jeruk purut, iris halus
garam
Kaldu bubuk non-msg (optional)
2 sdt gula merah

Cara membuat :
1. Tumis bumbu halus hingga wangi dan berubah warna lebih gelap, masukan sereh, daun salam, daun jeruk dan kelapa parut.
2. Bagi dua bumbu, satu untuk adonan ikan dan satu untuk ayam.
3. Uleni hingga rata.
4. Siapkan daun pisang di permukaan wajan yang rata.
5. Ambil adonan secukupnya dan bentuk sate pada tusukan. Panaskan di atas daun pisang.
6. Panggang bolak balik hingga matang merata.

Gw sengaja membuat sate yang agak banyak biar sekalian bisa disimpan di freezer. Tapi sate ini gak bisa lama-lama disimpan ya. Soalnya gak pake bahan pengawet hehe.

Sementara untuk resep nasi kuningnya seperti berikut ini. Gw menggunakan rice cooker saja biar mudah, hehe.

Nasi Kuning
Bahan :
2.5 cup beras
0.5 cup beras ketan
2 lembar daun salam
2 batang sereh, geprek dan ikat simpul
1 lembar daun pandan
3 lembar daun jeruk
1 ruas lengkuas, geprek
1 buah kunyit ukuran sedang, haluskan
100 ml santan siap pakai
Garam
Air

Cara membuat :
1. Cuci bersih beras dan beras ketan. Masukkan air untuk memasak.
2. Masukan semua bahan kecuali santan.
3. Aduk rata, masak dengan rice cooker.
4. Jika sudah setengah matang, masukan santan. Aduk rata.

Tambahan biar makin maknyus, bisa pake sambal matah yang super gampang. Sensasi pedas dan gurihnya cocok banget buat disandingkan dengan nasi kuning dan sate lilit.

Sambal Matah
Bahan :
4 buah cabe rawit merah
1 buah cabe keriting merah
2 batang sereh ukuran kecil, ambil batangnya
3 lembar daun jeruk, buang batangnya
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
2 sdm minyak zaitun
1 sdt terasi bakar
Garam

Cara membuat :
1. Rajang halus semua bahan, letakkan di mangkuk
2. Panaskan minyak, tuangkan minyak ke mangkuk isi rajangan.
3. Aduk hingga rata.

Mas U sempat gak mau makan selama beberapa hari. Susah banget makanan yang masuk. Tapi malam itu Mas U mau makan nasi kuning dan sate lilit sampai 4 tusuk. Rasanya langsung lega deh.
Mungkin karena rasanya yang full rempah-rempah jadi bikin semangat makan kali ya.

Thursday, September 8, 2016

Recipe : Soto Lamongan

Gw selalu suka dengan segala jenis soto dan sop. Soalnya bisa bikin perut hangat dan enak. Salat satu soto andalan gw adalah soto lamongan. Selain gampang membuatnya, rasanya pun enak karena banyak rempah.

Bahan:
1 ekor ayam kampung dipotong 4
1 liter air
1 sdt garam
Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng ayam

Bumbu halus:
10 buah bawang merah
6 siung bawang putih
3 cm jahe
3 cm kunyit
merica
garam
2 lembar daun salam
4 lembar daun jeruk, buang batangnya
2 batang serai, memarkan dan ikat simpul

Pelengkap:
soun, siram air panas, tiriskan
taoge, siram air panas, tiriskan
kol putih, iris tipis.
Tomat potong dadu
kentang, iris tipis, goreng
Bawang goreng
daun bawang, iris halus
seledri, iris halus
jeruk nipis, potong sesuai selera
Emping melinjo/kerupuk
Kecap secukupnya.

Sambal:
5 buah cabe rawit merah
2 buah bawang putih

Koya :
2 sdm Bawang putih goreng
3 lembar kerupuk udang

Cara membuat :
1. Panaskan sedikit air sampai mendidih, masukan ayam sekitar 1 menit, buang airnya. (Ayam terendam agar nanti kuah tidak keruh)
2. Siapkan air yg baru, didihkan. Masukkan ayam yang sudah dicuci bersih. Masukkan daun jeruk, daun salam dan serai. Masak sampai ayam empuk, angkat.
3. Blender bumbu halus kecuali daun jeruk, daun salam, dan serai. Tumis hingga harum.
4. Masukan bumbu halus ke kuah. Tambahkan daun jeruk, daun salam dan serai. Masak hingga mendidih.
5. Untuk koya : hancurkan kerupuk udang dan bawang putih hingga lembut dan tercampur rata.
6. Untuk sambal : uleg halus cabe rawit dan bawang putih. Campur dengan 3 sendok makan kuah soto.
7. Sajikan soto hangat-hangat.

Segar kan? Apalagi dengan koya yang banyak agar soto lamongan semakin gurih. Selamat mencoba :)

Toddler Activity : Bermain Mobil Mini

Selayaknya anak cowok lainnya, Mas U suka sekali bermain mobil-mobilan (dan moda transportasi lainnya). Nah, kali ini gw ingin mencoba membuat track mobil sendiri.

Berbekal kertas HVS, spidol, dan pensil warna akhirnya track mobil ini selesai. Membuatnya gampaaaang banget. 15 menit jadi kok. Track mobil yang gw buat ini selebar 50cm x 50cm, mengikuti modul meja yang ada di rumah. Membuat tracknya pun gak perlu yang ribet karena Mas U masih belajar.

Permainan sederhana ini merangsang motorik tangan untuk mengikuti alur mobil dan koordinasi mata. Pertama kali Mas U melihat track ini sebenarnya dia gak begitu paham (mungkin karena gw bikin tracknya terlalu sederhana kali ya). Tapi setelah gw contohkan, kami bisa bermain cukup lama.

Track yang gw buat ini sebenarnya untuk mobil ukuran hotwheels, tapi terserah anaknya aja deh mau main pake mobil apa. Hehehe

Rencananya gw akan membuat beberapa track lagi seperti track area airport (Mas U punya set pesawat dan truck-nya) juga track yang lebih complicated lagi nantinya tergantung kreatifitas kita.

Recipe : Chicken Teriyaki

Alhamdulillah dalam 2 bulan terakhir ini gw sudah dapat asisten rumah tangga. Jadi semakin banyak waktu luang untuk explore resep dan menemani mas U main. Tapi tetap saja loooh, berasanya waktu tetap kurang. Rasanya gak sempat saja update blog secara berkala *ehm, alasan hihi*

Asisten rumah ini gak full seharian karena dia disekolahin juga (sekarang baru masuk kuliah). Jadi masa-masa doi ospek kayak gini nih yang harus putar otak untuk masak yg gampang tapi tetap maknyus. Pilihan gw jatuh kepada chicken teriyaki. Kayaknya enak gak sih? Enak banget dooong!

Bahan:
500 gram daging ayam, iris dadu 3x3
1 buah bawang bombay, iris tipis memanjang
gula pasir
garam
Minyak zaitun untuk menumis
Biji wijen
Daun bawang

Bumbu perendam:
1/2 sdt jahe, haluskan/parut
5 siung bawang putih, haluskan
3 sdm saus teriyaki
3 sdm saus tiram
1 sdm kecap manis
2 sdt minyak wijen
1/2 sdt kaldu non-msg
1/4 sdt merica bubuk

Salad:
Kol secukupnya, iris tipis
1/2 buah wortel, potong korek api atau serut kasar
1 sdt air lemon
1/2 sdt gula pasir
1/4 sdt garam

Cara Membuat:
1. Rendam ayam dengan bumbu perendam selama 30 menit.
2. Siapkan salad; campur kol dan wortel di wadah dan berikan garam. Remas sampai kol dan wortel menjadi lemas. Cuci bersih, kemudian campur dengan lemon dan gula.
3. Panaskan minyak, tumis bawang bombai hingga harum. Masukkan daging rendaman dan tumis hingga matang.
4. Taburkan biji wijen dan daun bawang sesaat sebelum dihidangkan.

Nah, biar tambah berasa ala resto jepang yang itu, bisa ditambahin mayonaise dan saos.

Sunday, August 28, 2016

Toddler Activity : Lomba Sepeda Hias 17 Agustus-an

Mas U itu sukaaaaa banget sama mobil. Bahkan, ketika awal-awal berbicara Mas U sudah bisa membedakan mobil Ayah, Mama, Aju, Opa dan lainnya.

Makanya untuk lomba sepeda hias tahun ini gw membuatkan Mas U mobil balap. Dengan memanfaatkan kardus bekas kulkas (atau kalo bahasa gaulnya DIY cardboard), gw membuat rangka mobil balap. Tadinya gw mau menggunakan pilox buat mewarnainya, tapi akhirnya gw memutuskan untuk pakai karton saja. Dan hasilnya ternyata gak gampang ya bok. Hahahaaa

Kayaknya skill membuat maket gw menurun drastis, terlihat dari hasil potongan cardbord yang gak lurus dan gradakan huhuhu. Tapi suami gw dengan yakinnya bilang kalau mobil balap buatan gw ini bagus (makasih loh, ayah hihi).

Nah, kenapa sih bikin sampai sebegitunya? Soalnya gw punya beberapa alasan :

Memori
Mas U mungkin gak ingat, tapi bisa gw tunjukan lewat foto (dan media social lainnya) bahwa Bunda pernah bikinin kreasi kayak gini. Dari sini gw berharap Mas U mengerti kalo Bunda sayang sama Mas U. Dan Bunda ingin yang terbaik untuk Mas U.

Waktu Luang
Entah tahun depan gw bisa bikin seperti ini atau gak. Bisa jadi ada saja halangan yang gw sendiri gak tahu secara pasti. Jadi daripada gw menyesal gak pernah bikin yang maksimal (padahal gw punya banyak ide), jadi lebih baik di eksekusi sekarang.

Hikmah
Mas U sayang, Bunda selalu ingin Mas U mendapatkan yang terbaik, tapi terbaik itu belum tentu mahal. Contohnya kreasi ini. Mas U bisa punya mobil keren tanpa harus membeli yang mahal. Desain dan ide itu adalah yang utama, sayang.

Ngelemesin tangan
Haha, ini sih alasan buat Bunda aja. Gatel ingin membuat sesuatu.

Alhamdulillah perjuangan bikin mobil-mobilan ini berbuah manis. Mas U juara 3 (yang kata Ayah, Ayah ngotot kalau seharusnya Mas U juara pertama untuk kategori bayi). Juara bukan segalanya ya, nak. Tapi kerja keras dan kemauan untuk menciptakan sesuatu yang utama (ahzek).

Thursday, August 4, 2016

Toddler Activity : Kunjungan ke Taman Safari

Minggu lalu gw sempat membawa Mas U ke Taman Safari. Tadinya gw masih ragu apakah Mas U sudah mengerti kalau diajak ke Taman Safari. Secara masuknya kan lumayan hehehehe.

Gw pergi ke Taman Safari bersama keluarga teman. Kami berenam berangkat pagi agar bisa secepat mungkin sampai ke tujuan. Sayangnya kami terjebak macet sehingga baru sampai jam 11 siang.

Kami membeli wortel untuk diberikan ke binatang yang akan melintas. Dan ini merupakan ide bagus karena anak-anak jadi semakin tertarik (dan juga ortunya, hehe). Kami mendapat kesempatan untuk berfoto dengan kuda nil karena ada pawang didekatnya. Dan beberapa binatang buas seperti singa dan harimau sedang berjalan-jalan, anak-anak senang gw pun lega.

Sayangnya kami tiba di arena bermain lewat dari jam 1 siang. Jadi kami buru-buru makan dan sholat sebelum mengejar aneka pertunjukan binatang. Pada jam-jam tertentu terdapat atraksi binatang seperti harimau, lumba-lumba, burung, singa laut, dan lain-lain. Sayangnya kami tidak bisa ikut semua atraksi karena ada yang bertabrakan.

Selain itu, kami juga tidak sempat untuk mengunjungi babyzoo karena sudah tutup. Area bermain pun tidak sempat dicicipi padahal ada beberapa permainan seru seperti mini dufan. Bahkan ada pula arena bermain air, loh.

Saat disana tiba-tiba Mas U batuk terus menerus. Sepertinya badannya pun tidak enak jadi gw tidak terlalu memaksa. Memang harus fit sekali agar bisa menikmati kunjungan ke Taman Safari.

Berikut ini ada tips dari gw jika ingin berkunjung ke Taman Safari.

Tips :
1. Berangkatlah sepagi mungkin agar tiba tepat saat Taman Safari buka.
2. Atur waktu sedemikian rupa agar jam 12 siang sudah sampai di area bermain.
3. Manfaatkan area bermain untuk makan dan sholat sebelum mengunjungi lokasi lainnya.
4. Usahakan membawa bekal makan siang karena saya pribadi tidak tertarik untuk makam di restoran setempat.
5. Bawalah cemilan favorit untuk lebih berhemat.
6. Pastikan sudah menyelesaikan urusan kamar mandi sebelum memasuki area binatang.
7. Jika membawa bayi dan anak-anak, bawalah baju hangat dan baju ganti. Kadang akan turun hujan di area taman safari.
8. Persiapkan obat-obatan pribadi seperti anti masuk angin, obat diare, obat merah dan plester.

Semoga bermanfaat :)

Taman Safari Indonesia
Jam operasional
10.00-17.00

Harga wortel pinggir jalan
25.000/ikat (panjang wortel 20-25cm)
15.000/ikat (panjang wortel 10cm)

Wednesday, August 3, 2016

Recipe : Picnic Roll

*bersih-bersih blog*

Sudah lama banget gak ngeblog, hahaha. Karena satu dan lain alasan jadi beberapa bulan belakangan emang lagi susah banget untuk meluangkan waktu dan merangkai kata di blog ini. Alhamdulillah sepertinya mulai saat ini bisa konsisten lagi.

Sebagai pembuka, gw mau share resep picnic roll yang kemaren baru dieksekusi.
Kemarin gw mau ke taman safari dan berniat emang ala-ala piknik. Jadi lah berencana bikin picnic roll biar makin menjiwai hahaha.

Ternyata malah dimakan pas sarapan aja soalnya ke taman safari bawa bayi itu tak semudah piknik biasa, guys. No prob, picnic roll tetep cocok buat dimakan saat sarapan.

Ini dia resepnya~

Bahan adonan :
200 gr daging ayam giling
200 gr daging sapi giling
1 butir telur
1 buah roti tawar kupas, rendam dalam susu
1 buah daun bawang, cincang halus
1 buah bawang bombai ukuran sedang, cincang halus
5 siung bawang putih, cincang halus
1 buah cabai merah besar, buang biji dan cincang halus
1 buah cabai hijau besar, buang biji dan cincang halus
1 sdm kecap inggris
1 sdm saus tiram
1.5 sdm gula pasir
1 sdt karagenan bubuk
1 sdt merica hitam tumbuk
2 sdt garam
1 sdt pala bubuk
1 sdt kaldu bubuk

Tambahan :
3 buah telur ayam kampung, rebus dan potong 2 bagian memanjang
100 gr cheddar parut
2 lembar puff pastry
1 buah telur untuk olesan
Oregano

Cara membuat :
1. Siapkan mangkuk besar, masukan semua bahan adonan, campur hingga rata.
2. Siapkan puff pastry yg sudah lembik pada suhu ruang di loyang.
3. Susun setengah adonan memanjang pada tengah pastry. Sisakan 1cm pinggiran pastry.
4. Susun telur rebus di tengah dengan keju dipinggiran.
5. Olesi pinggiran pastry dengan telur, rekatkan pastry hingga rapat.
6. Kerat diagonal bagian atas pastry agar uap keluar.
7. Olesi pastry dengan telur dan taburi dengan oregano bubuk.
8. Panggang dalam suhu 180 derajat C selama 35 menit - 40 menit.

Resep aslinya gw dapet dari sini. Tapi gw ubah-ubah sesuai selera. Selamat mencoba~♡

Thursday, June 2, 2016

It's Amazing to Have You, Baby (Part 2)

It always amazing to capturing my baby's milestones. Bayi mungil yang tadinya gak berdaya dan menangis melulu itu sekarang sudah lebih dari 16 bulan. Sekarang ia bisa berkomunikasi baik dengan isyarat maupun dengan verbal yang jelas.

Ia dapat dengan lantang memanggil ayahnya dan heboh menyebut nama ayahnya setiap ada benda yang menurutnya milik ayah. Ia bisa mengungkapkan apa yang ia mau, walau terkadang menangis frustasi karena kemampuan untuk mengenali emosi maupun kosakatanya masih terbatas.

Lucu rasanya melihatnya duduk anteng dan meminum susu uht langsung dari kotaknya. Apalagi ketika ia sedang bermain dan tiba-tiba berlari terburu-buru mencari Bunda untuk bilang, "pipis, pipis" tapi ketika didekati dia akan bilang, "udah pipis" alias dia keburu ngompol. Hahahahaha.

Di lain kesempatan Bunda dan Ayah lagi awkward berantem dan Mas U merajuk minta ikut Ayah ke pabrik. Pokoknya segala jurus dikerahkan untuk ikut dan akhirnya Bunda harus ikut juga karena Ayah gak mungkin bisa kerja kalo Mas U ikut. Pada akhirnya Mas U ketiduran di perjalanan ke pabrik dan baru bangun ketika kami perjalanan pulang, alhamdulillah Ayah Bunda udah gak berantem lagi hehehehe.

Gw gak pernah mengukur perkembangan Mas U secara detail. Hanya pokok-pokok milestones saja sudah tercapai atau belum. But i'm sure he's my genius baby *pede selangit deh Bunda*

Anyway, ternyata benar anak itu adalah anugrah dan cobaan. Anugrah jika kita mensyukurinya sekaligus cobaan karena apa yang kita tanamkan padanya akan membentuk dan mengantarnya dalam berpuluh tahun ke depan.

Semoga Ayah dan Bunda bisa mengantarkan Mas U menjadi anak sholeh yg berguna untuk agama ya, nak.
Aamiin.

Thursday, May 26, 2016

Sensory Play : Colorfull Bubble Bath

Long time no sensory play!

Akhirnya kita mulai lagi seri sensory play untuk Mas U. Kali ini gw mencoba busa warna warni yang sepertinya menarik. Cara buatnya gampaaaang banget. Ini dia :

1. Sabun bayi cair
2. Pewarna makanan
3. Air
4. Blender
5. Wadah

Caranya cukup blender air sabun yang sudah diberi pewarna, lalu simpan di wadah besar.
Permainan ini bisa ditambah dengan mainan lain maupun dimainkan begitu saja.

Sayangnya begitu persiapan selesai Mas U justru gak mau main karena jijik .... krik krik krik ...

Yowis yang sibuk main ya Ayah Bundanya hahahaha.

Permainannya asik loh padahal. Tapi entah kenapa Mas U malah jijik dan gak mau megang. Kayaknya gw bakal nyoba bikin ini lagi kedepannya. Sampeeeeek Mas U mau main hihihihii.

Wednesday, May 18, 2016

S2 kok SAHM?

Siang tadi gw secara random ikut pengajiannya Mama. Sambil gendong Mas U, gw salam-salaman sama temen-temen mama.

Dan keluarlah komentar itu ...

"eh, kiky apa kabar? Ya ampun udah gendong anak aja sekarang yaa. Bukannya dulu S2 ya? Kok sekarang ngurusin anak aja sih. Kan sayaaaang.."

Aduh, tante kemana ajaaaa. Hari gini jadi ibu itu gak cukup S2 aja loh, tante. Tadinya sih mau jawab gitu, tapi bisa-bisa gw digaplok sama Mama. Hehehe.

Emang ada apa kalo gw milih jadi SAHM?
Padahal kan asik ngurus anak sendiri (bohooong). Padahal kan asik berkreasi di rumah sendiri (bohoooong). Padahal kan ... lah, gw juga manusia kok. Kadang bosen kadang semangat. Yang penting niat gw jadi SAHM punya tujuan mulia. Alhamdulillah ortu dan suami ridho dengan keputusan gw. Terus kok jadi tante yang ribut?

Anyway, hari ini adalah second wedding anniversary, daaaaan Bigboss lagi business trip ke pedalaman Lampung heheheh. Yowish lah, mari kita berdoa bersama Little Boss saja sementara Bigboss pergi mencari sekarung berlian.

Tuesday, May 10, 2016

GTM Attack

Emang hidup itu kadang di bawah dan kadang di atas ya. Ini yang sedang gw alami dalam membesarkan Mas U.

Mas U tergolong anak yang makannya banyak. Sedari MPASI awal dulu, Mas U sukses bikin Bunda bangga. Berat badannya naik perlahan tapi pasti. Semua makanan Mas U mau mencoba, bahkan makanan-makanan yang Bunda aja gak pernah makan pun Mas U mau. Semua masakan Bunda Mas U gak pernah menolak.

Tapi semuanya berubah, sejak beberapa bulan yang lalu. Ketika mulai tumbuh gigi 4 sekaligus, perlahan nafsu makan Mas U berkurang. Ekstremnya, ada saat-saat gw harus menyuapi dia dengan paksa. Satu hari 3 sendok makan bisa dia telan aja sudah alhamdulillah.

Dan masa-masa sakit terus menerus pun datang. Mulai dari HFMD, rotavirus, indikasi ISK, bahkan commond cold yang silih berganti membuat badannya benar-benar terlihat kurus. Mas U jadi sering aleman sama Bunda. Karena badan yang sering gak enak, tidak ada lagi kegiatan montessory yang bisa dilakukan. Gw hanya fokus bagaimana membuat Mas U makan dan tenang tanpa merengek meminta nenen.

Hal ini berlanjut hingga beberapa bulan, rasanya gemes sekali. Kemana nafsu makan yang kemarin melimpah. Apalagi Mas U ini termasuk yang waktu tidurnya kurang, untuk usia 16 bulan Mas U setara dengan anak 5 tahun. Sedihnya.

Sudah kurang waktu tidur, kurang juga makannya. Tak jarang Mas U memilih untuk goler-goler di kasur aja sama Bunda. Tenaganya yang biasanya banyak itu seperti menguap entah kemana.

Gw sangat berharap Mas U bisa segera mau makan banyak lagi. Tidur pun juga banyak. Jadi daya tahan tubuhnya bisa segera meningkat. Say good bye sama penyakit, yuk Mas U..