Showing posts with label KUA. Show all posts
Showing posts with label KUA. Show all posts

Thursday, May 15, 2014

Wedding Preparation : Apa Saja yg Harus Dipikirkan dalam Persiapan Pernikahan?

Gak kerasa, sekarang gw udah tinggal menghitung hari aja sebelum pernikahan. Agak mulai deg-degkan kalau sudah ditanya orang masalah hal=hal detail pernikahan. Yah, antara senang dan takut berbagai macem campur jadi satu. Terlebih lagi, dari awal gw yang megang berdua sama Mas Pacar. Jadi yaa gw rada takut kalo mikirin ada aja hal-hal yang mungkin terlewat. Jadi, sambil gw mengingat kembali apa aja yg udah gw lakuin, gw akan sekalian bikin list disini aja. Siapa tau bermanfaat :)

Gw akan membagi dalam beberapa tahap persiapan. Tentu aja, hal ini bisa dilakukan paralel, mengingat gw juga demikian. Tergantung kemampuan dan kebutuhan masing-masing saja ya.

A. Pre-Persiapan
1. Tetapkan Niat
Nah, namanya menikah itu kan menyatukan 2 keluarga menjadi satu. Tentu saja dalam prosesnya akan ada cekcok. Disinilah peran kedua calon mempelai untuk saling mengerti dan memusyawarahkan keinginan masing-masing keluarga. Percayalah, agak gak mungkin selama persiapan pernikahan ini kedua calon mempelai gak berantem. Disinilah seninya hehehe.

2. Tentukan Tema
Tema disini termasuk pernikahan outdoor atau indoor, disini akan diturunkan menjadi venue yang akan diambil hingga menentukan dekorasi. Kemudian, tentukan adat yang akan digunakan, terutama jika kedua belah pihak berasal dari dua daerah berbeda.

3. Tentukan Budget
Budget ini penting banget bagi calon mempelai yang ketat pada budget. Buatlah list pengeluaran apa saja yang akan dikeluarkan, carilah dari beberapa sumber tentang berapa budget yang diperlukan dalam setiap poin pengeluaran. Cari referensi yang kondisinya mirip dengan apa yang akan kita impikan. Misalnya untuk gedung, carilah harga referensi gedung yang kita incar pada tahun yang sama pernikahan kita. Sebagai catatan, hampir semua vendor seperti entertainment, dekor, katering, dan dokumentasi mempunyai harga berbeda untuk setiap gedung.

4. Tentukan Jumlah Undangan
Tentukan undangan yang akan disebar. Ini akan mempengaruhi kapasitas venue dan jumlah katering.


B. Persiapan 
1. Membuat To do List
Catat semua vendor dan printilan yang akan dilakukan sebelum lupa. Biasakan untuk mempunyai catatan sendiri dan memiliki satu tas yang akan berisi berkas. Hal ini untuk mempermudah pencarian dokumen dikemudian hari kelak. Selain itu, siapkan satu amplop yang akan diisi kuitansi pembayaran vendor. Untuk gampangnya, buatlah di excel pengeluaran estimasi dan pengeluaran aktual serta tanggal dan PIC.

2. Wedding Organizer
Tentukan apakah menggunakan wedding planner (perencana pernikahan, termasuk memilihkan vendor) atau wedding organizer (pelaksana pernikahan, bekerja di hari-h namun persiapan 2 bulan sebelum, tidak termasuk memilih vendor), atau menggunakan panitia dari keluarga.

2. Memilih Vendor
Carilah referensi sebanyak mungkin, bisa melalui wedding expo ataupun blog. Setelah itu, pilihlah 3-5 kandidat per-vendor. Jangan mengambil terlalu banyak pilihan karena justru membuat bingung. Pertama, tentukan venue pernikahan karena hampir semua vendor mengacu pada venue pernikahan. Terutama pernikahan di Jakarta akan terbatas pada waktu pemesanan venue. Setelah gedung, tentukan katering dan dekorasi. Rata-rata vendor katering mempunyai batasan klien perhari, sedangkan dekorasi mempunyai keterbatasan properti. Ketiga, mulai mencari vendor pendukung lainnya seperti dokumentasi dan rias serta penyewaan pakaian.
Untuk rias pakaian, beberapa vendor tidak memasukan pakaian akad pengantin, sehingga harus ditentukan apakan akan menyewa atau membuat baju pengantin. Perhatikan waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan baru, ya.

3. Memilih Undangan dan Souvenir
Setelah menentukan jumlah undangan dan budget, mulailah mencari desain undangan. Banyak undangan, desain, dan lama pengerjaan akan mempengaruhi harga satuan undangan. Jangan melebihkan jumlah undangan karena saat ini banyak yang mengundang via media social. Hitunglah undangan yang akan disebar di media social dengan seksama agar tau jumlah makanan yang akan dipesan. Buatlah list tamu yang akan diundang, lengkap dengan bagaimana penyampaian undangan (apakah diberikan langsung atau via pos/kurir). Pastikan alamat tujuan sudah lengkap hingga kode pos dan nomer telpon. Contoh undangan bisa dilihat disini.
Saat ini souvenir pernikahan sudah beraneka macam bentuk dan harga, untuk catatan, lebihkan souvenir kira-kira 20%. Biasanya, keluarga akan meminta lebih dan untuk persiapan tamu yang tidak datang tapi mengirim hadiah. Contoh souvenir bisa dilihat disini souvenir 1souvenir 2

4. Membeli Seragam
Seragam disini sesuai dengan kebutuhan. Mulai dari seragam keluarga, among tamu, hingga teman-teman. Untuk keluarga dan among tamu, bicarakan dengan kedua belah pihak. Sebaiknya dipiikirkan jika keluarga harus menjahit diluar kota. Perhatikan pula kenyamanan seragam karena akan digunakan sampai acara selesai.

5. Mempersiapkan Dokumen KUA
Dokumen yang dibutuhkan untuk pendaftaran KUA ini lumayan banyak, jadi perhatikan dengan seksama dokumen apa saja yang dibutuhkan agar tidak bolak balik. Dokumen yang diperlukan bisa berbeda untuk setiap KUA, sebagai contoh bisa di cek disini dan disini

6. Wedding Ring
Rata-rata wedding ring membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 3-4 minggu jika memesan baru dan mengrafir nama.

7. List Seserahan, Hantaran, dan Mahar
Mulailah mencicil seserahan (dari mempelai pria ke mempelai wanita) dan hantaran (dari mempelai wanita ke mempelai pria). Sesuaikan dengan selera dan kebutuhan pasangan agar dapat digunakan. Untuk mahar, bicarakan secara kekeluargaan, kemampuan dan keinginan kedua belah pihak.

8. Pernak Pernik
Jangan sepelekan hal-hal kecil seperti desain buku tamu, mobil pengantin (pesan ke rental mobil atau menggunakan mobil pribadi. Jika mobil pribadi, siapkan dekorasinya seperti bunga dan plat mobil).

9. Pengajian
Umumnya di Indonesia ada pengajian sebelum pernikahan, beberapa persiapan yang harus dilakukan adalah waktu pengajian, buku pengajian, undangan pengajian, souvenir pengajian, serta pengisi tausiah pengajian.

C. Amunisi
1. Wedding Kit Emergency
Ini berisi makeup cadangan, obat-obatan, alat tulis, hingga baju ganti yang kemungkinan diperlukan nantinya. Beritahukan pada keluarga, WO, maupun panitia akan keberadaan wedding kit emergency ini, sehingga mereka tidak panik mencari yang diperlukan.

2. Wedding List Inventory
Catat semua barang pribadi yang akan digunakan untuk dekorasi seperti plat mobil pengantin dan frame foto. Cantumkan jumlah dan ciri-ciri barang tersebut sehingga bisa dikenali jika tertinggal. Berikan catatan ini pada WO maupun panitia.

3. Perawatan
Kunjungi dokter untuk pemeriksaan pra-merried medical check up. Selain itu lakukan perawatan tubuh bisa di salon maupun di rumah sendiri. Carilah resep-resep tradisional yang bisa digunakan untuk lulur maupun creambath :)

Yap, semoga membantu :)

Monday, March 17, 2014

Surat-Surat Menikah ke KUA Part 2

"Kenapa gak nikah sekarang aja? Tuh, di balai nikah bisa kok," tanya pak penghulu.
Gile sih ditembak langsung kayak gini. Hihi.

Yup, hari ini gw daftar nikah ke KUA sama mas pacar, menarik banget. Haha.
Dari kemaren emang gw udah ngurusin ini itu soal pernikahan, termasuk gedung, vendor dan daftar ke KUA Cimanggis. Nah, bedanya hari ini gw daftar ke KUA Tebet, cuma berdua, dan ketemu langsung sama penghulu yg nantinya akan menikahkan kami.

Sebagai informasi, ini ada beberapa berkas yg harus diserahkan ke KUA untuk mendaftar nikah,  berlaku untuk kedua calon mempelai :

1. Surat N1
2. Surat N2
3. Surat N4
4. Surat Keterangan Perjaka/Perawan
5. Fotokopi Kartu Keluarga
6. Fotokopi Akte
7. Fotokopi KTP kedua calon mempelai
8. Fotokopi KTP bapak/wali calon mempempelai wanita
9. Pas Foto 2x3 (5 lembar), 4x6 (2 lembar) dengan latar biru

Selain itu kami juga diminta untuk mengisi form nasihat pernikahan. Walaupun kami udah bilang kalo nasihat pernikahan, doa, dan pembacaan alquran udah kami siapkan sendiri.
Sedangkan untuk biaya administrasi cukup 30rb aja. Tapiii setelah pembayaran ini ada 6 lembar tanda bukti yg harus diserahkan ke 5 pihak (Depag DKI Jakarta, Depag Jakarta Selatan, dll -yg gw juga lupa haha). 1 lembar sebagai tanda terima yg disimpan oleh pendaftar. Well, gw gak melakukan itu sih. Jadi gw dan mas pacar memilih buat diurusin orang KUA aja dengan ngasih uang jalan. Totalnya gw kasih 250rb (udah termasuk biaya administrasi). Yah, kalo kata pak penghulu sih emang gak ada yg ngelakuin itu sendiri, pada akhirnya para pendaftar ini akan bayar aja (siapa yg punya waktu untuk nyetor selembar tanda bukti ke penjuru jakarta sih?).

Oia, yg menarik adalah gw dan mas pacar diceramahin dan diperiksa dulu. Bahkan sampe hal detail tentang kapan kami ketemu sampe pertanyaan agak berat dan serius kayak apa tujuan menikah dan apa hak dan kewajiban sebagai suami istri.
Tentu aja diselingi sama celotehan si pak penghulu, sampe-sampe dikasih tau saat-saat yg baik untuk berhubungan suami istri. Hahahaha.

Diakhir pertemuan dengan calon bapak penghulu, gw agak kaget ketika beliau bertanya tentang berapa jumlah isi amplop yg nanti diberikan. Wow. Dan beliau juga minta ada (minimal) parsel buah selain amplop itu. Agak terang-terangan ya ternyata. Haha. Gw belom bilang mau kasih berapa karena emang belom tau sih. Tapi biasanya kasih berapa sih? Hmm.

And Voila! Setelah hampir 2 jam di KUA untuk daftar dan diceramahin (bahkan diperiksa satu-satu data yg ada), akhirnya (insyaAllah) gw dan mas pacar udah terdaftar di KUA. Tinggal ngingetin pak pengulu lagi beberapa sebelum hari-H.

Deg-degkan gak sih?
Gw beneran mau nikah, euy.

Tuesday, February 11, 2014

Surat-Surat Menikah ke KUA Part 1

Hari ini gw pergi ke RW dan kelurahan buat mengurus surat nikah di KUA. Ternyata ada beberapa berkas yg harus di tandatangani ketua RT dan ketua RW untuk dapet surat pengantar ke Kelurahan. Nantinya, surat ini ditujukan ke KUA setempat. Dari hasil cari-cari di beberapa blog, memang beda-beda syaratnya di setiap daerah. Tapi di kelurahan gw alhamdulillah gampang dan gratis tis tis.

Ini ada beberapa syarat yg harus dikumpulkan sampai ke tahap KUA. Dalam kasus ini, domisili gw di Kelurahan Tugu, Depok, Jawa Barat. Sementara Mas Pacar di Jatibening, Bekasi. Kami akan menikah di KUA Kecamatan Tebet, mengikuti area gedung Balai Sudirman.

1. Fotokopi KTP dan KK untuk calon suami dan calon istri. (1 lembar, dalam beberapa kasus ada yg minta ijazah dan akta lahir, jadi disiapkan saja)

2. Surat pernyataan belum pernah menikah (masih gadis/jejaka) di atas segel/materai bernilai minimal Rp 6.000 diketahui RT, RW, dan Lurah setempat. (Format surat biasanya dari Pak RT)

3. Surat keterangan untuk menikah dari Kelurahan setempat yaitu model N1, N2, dan N4 baik calon suami dan calon istri.

4. Pas foto calon suami dan calon istri ukuran 2x3 masing-masing 4 lembar. (Ukuran dan jumlah pas foto bisa berbeda di setiap daerah, jadi kalo gw sih daripada bolak balik, mending menyiapkan semua ukuran (2x3, 3x4, 4x6) dengan 3 jenis warna latar; putih, biru, dan merah hehehe)

5. Bagi calon suami maupun calon istri yg melangsungkan pernikahan diluar wilayah domisili, harus ada surat rekomendasi nikah dari KUA kecamatan domisili.

6. Biodata calon suami dan calon istri lengkap dengan beserta orang tua.

Sumber : ayonikah.net
Dengan perubahan seperlunya.

Sebenernya gak sulit kok kalo ngurus sendiri. Alhamdulillah gw urus sendiri dari ketemu RW dan ke Kelurahan, gak ada sejam udah beres. Ini termasuk waktu dijalan, loh. Mungkin gw datengnya pagi-pagi kali ya. Jadi gak pake antri-antri. Alhamdulillah.

Semoga bisa membantu, proses ke KUA insyaAllah akan gw update lagi nanti :)